Jumat, 2 Januari 2026

Indonesia dan Korea Perkuat Kerja Sama Restorasi Mangrove di COP30 Belém

Latest

- Advertisement -spot_img

Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kolaborasi dalam restorasi mangrove dan pengembangan blue carbon di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim COP30 di Belém, Brasil, Rabu (12/11). Pertemuan bilateral yang difasilitasi oleh Global Green Growth Institute (GGGI) ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat aksi iklim dan konservasi pesisir kedua negara.

Delegasi Korea dipimpin oleh Deputy Minister of Oceans and Fisheries, Jeong-ho Seo, sementara delegasi Indonesia diwakili oleh Direktur Rehabilitasi Mangrove Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, serta Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Hubungan Masyarakat, Krisdianto. Dalam pertemuan tersebut, pihak Korea menyatakan ketertarikan besar terhadap pengalaman Indonesia dalam merehabilitasi ekosistem mangrove yang diakui dunia.

Ristianto menjelaskan bahwa Indonesia telah merehabilitasi lebih dari 165 ribu hektare kawasan mangrove, dengan total luas mencapai 3,44 juta hektare, atau sekitar 23 persen dari total ekosistem mangrove dunia.
“Upaya ini bukan hanya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi nasional menuju FOLU Net Sink 2030,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan Korea akan memperkuat kolaborasi global dalam pengelolaan mangrove dan pengembangan blue carbon sebagai solusi berbasis alam untuk mitigasi perubahan iklim.

Sementara itu, Deputy Minister Jeong-ho Seo menyampaikan apresiasi atas capaian Indonesia dalam konservasi pesisir. Ia juga menegaskan minat Korea untuk mendukung pendirian World Mangrove Center (WMC) yang diinisiasi Indonesia sebagai pusat pengetahuan dan kolaborasi internasional di bidang mangrove.
“Kami terkesan dengan kemajuan Indonesia dan ingin berkontribusi melalui kerja sama teknologi, riset, dan inovasi guna memperkuat ketahanan pesisir,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat membentuk tim teknis bersama untuk merumuskan rencana kerja sama yang lebih detail. GGGI Indonesia akan berperan sebagai fasilitator dalam penyusunan dan pelaksanaan program restorasi mangrove serta pengembangan blue carbon.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin global dalam konservasi mangrove, tetapi juga menandai babak baru kemitraan strategis Indonesia–Korea di bidang lingkungan hidup dan aksi iklim.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles