Pada Juli 2026 mendatang, Indonesia akan menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat. Ini akan menjadi kali pertama naskah kerjasama ditanda-tangani antara Pemerintah Pusat Indonesia dengan satu dari 50 Negara Bagian di Amerika Serikat.
Guna mempersiapkan implementasi MOU ini maka pada 18 Juni 2026, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, didampingi Konsul Jenderal RI di Chicago, Trisari Dyah Paramita menggelar pertemuan dengan calon mitra, antara lain dengan Pejabat Kantor Gubernur Illinois, Illinois Manufacturing Association (IMA) dan Illinois Manufacturing Excellence Center (IMEC), serta berkunjung ke kampus Northwestern University.
Bergabung dalam kunjungan ke Northwestern University adalah Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi RI, Stella Christie, yang juga adalah alumnus dari kampus terkenal ini. Penjajagan dengan Northwestern University berkaitan dengan program Machine Making Machine (3M) untuk desain teknik dan desain inovasi guna mendukung produk produk industri.
Ada tiga institusi yang tengah dirintis untuk bekerjasama sebagai bagian dari implementasi MOU, yaitu antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dapat berperan sebagai penghubung riset nasional, terutama pada bidang material maju, otomasi, alat kesehatan, energi, dan manufaktur cerdas. Kemudian dengan Indonesian Manufacturing Center (IMC) milik Kementerian Perindustrian RI, yang akan berperan menjadi jembatan ke dunia industri dan memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan masuk ke proses produksi, standardisasi, dan komersialisasi.
Sedang Manufacturing and Design Engineering Program (MaDE) Northwestern University, memiliki kekuatan pada desain produk, rekayasa manufaktur, material, dan pengembangan prototipe berbasis kebutuhan pengguna. Jika dirancang dengan tepat, kerja sama tripartit ini tidak hanya akan menghasilkan pertukaran pengetahuan, tetapi juga akumulasi talenta, prototipe teknologi, dan solusi manufaktur yang siap dihilirkan ke industri.
Sejak 24 Juni 2016, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah menjalin kerjasama dengan Northwestern University. Telah ada 170 alumni Northwestern University dari Indonesia, dan saat ini ada 39 mahasiswa Indonesia studi di kampus ini, terdiri 20 mahasiswa program Sarjana, 8 mahasiswa program Master dan 11 mahasiswa program Doktor. Selain program beasiswa LPDP, maka program tripartit riset bersama untuk menggarap sektor machine making machine (3 M) ini, diharapkan dapat pula didukung oleh LPDP.
Dalam jangka panjang, kerja sama semacam ini dapat memacu Indonesia mempercepat industrialisasi berbasis inovasi. Bukan hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga membangun sistem yang menghubungkan kampus, lembaga riset, dan industri dalam satu rantai nilai. Jika dijalankan konsisten, dampaknya bisa terasa pada daya saing manufaktur nasional, kualitas SDM STEM, dan pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
***



