Peluang Kerjasama Industri Film Indonesia Dengan Motion Picture Association AS

Latest

- Advertisement -spot_img

Industri film sekarang bukan hanya soal hiburan di layar lebar. Ia sudah menjadi mesin ekonomi, sumber lapangan kerja, dan jalur penting untuk promosi budaya. Di Amerika Serikat, ekosistem ini digerakkan oleh studio besar seperti Disney, Netflix, Paramount, Sony, Universal, Warner Bros. Discovery, dan Amazon MGM Studios. Nama-nama ini menunjukkan betapa kuatnya industri film Amerika dalam membentuk pasar global. 

Skala industrinya memang sangat besar. Pada 2025, box office dunia mencapai sekitar USD 32,8 miliar, sementara total pendapatan industri film global, termasuk streaming dan home entertainment, berada di kisaran USD 112,93 miliar. Ini berarti film tetap menjadi sektor bernilai tinggi di tengah perubahan teknologi dan kebiasaan menonton. 

Indonesia juga punya modal yang kuat. Kajian ekonomi industri perfilman tanah air menunjukkan bahwa pada tahun 2022, sektor ini menghasilkan output sekitar USD 8,2 miliar, menyumbang USD 5,1 miliar terhadap PDB, dan menyerap sekitar 387.000 tenaga kerja. Dengan angka seperti itu, jelas bahwa film dan televisi bukan sektor kecil, melainkan bagian penting dari ekonomi kreatif nasional.

Di sinilah kerja sama dengan Motion Picture Association (MPA) di Amerika Serikat menjadi penting. MPA adalah wadah yang mewakili kepentingan studio-studio besar tersebut, sekaligus aktif dalam isu perlindungan hak cipta, akses pasar, dan anti-pembajakan. Bagi Indonesia, kerja sama ini bisa menjadi pintu untuk memperkuat industri film nasional agar lebih kompetitif secara global. 

Ada hubungan yang cukup aktif antara MPA dan Indonesia, terutama melalui MPA Asia Pacific. Pada 11 Juni 2025 di Jakarta, MPA bermitra dengan Kementerian Kebudayaan, Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), dan Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) dalam forum “Indonesia’s Success Stories” untuk merayakan pencapaian sektor perfilman Indonesia dan mendorong dialog industri serta perlindungan konten digital. 

Pada 20 April 2022 di Jakarta, MPA juga ikut dalam acara pemutaran khusus Fantastic Beasts: The Secrets of Dumbledore bersama U.S. Embassy Jakarta, APROFI, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual RI, Warner Bros dan Discovery. MPA Asia Pacific secara rutin bekerjasama dengan pemangku kepentingan lokal untuk program outreach, termasuk saat World IP Day, guna memperkuat kesadaran akan pentingnya perlindungan atas kekayaan intelektual. 

Dalam pertemuan antara Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo,  dengan President dan CEO MPA, Charles H. Rivkin, yang mantan Dubes AS untuk Prancis, 3 Agustus 2026 lalu, dibahas rencana kerjasama antara MPA dengan industri film Indonesia, termasuk pembuatan berbagai film dengan latar pemandangan alam Nusantara, keragaman budaya serta keanekaragaman hayati Indonesia didarat maupun dilautan.  

Disamping itu, segera dirintis kerjasama yang berkaitan dengan perlindungan hak cipta, distribusi internasional, supaya film Indonesia lebih mudah masuk ke bioskop, platform streaming, dan festival dunia. Serta, pengembangan sumber daya manusia, melalui pelatihan bagi produser, penulis naskah, editor, dan pengelola distribusi digital.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles