Rabu, 17 Desember 2025

ITPC dan GMC Satukan Langkah Perkuat Penelitian dan Pemantauan Gambut Tropis

Latest

- Advertisement -spot_img

Indonesia memperkuat kerja sama internasional dalam perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut tropis melalui penandatanganan Deklarasi Bersama antara Forestry Interim Secretariat of the International Tropical Peatlands Centre (ITPC) dan Greifswald Mire Centre (GMC) pada COP30 UNFCCC.

Penandatanganan berlangsung pada 21 November 2025 di Paviliun Indonesia dan menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi kontribusi kawasan gambut terhadap target iklim global, termasuk pencapaian FOLU Net Sink 2030.

Deklarasi tersebut ditandatangani oleh Direktur Greifswald Mire Centre, Franziska Tanneberger, dan Wakil Ketua Forestry Interim Secretariat of ITPC, Bambang Supriyanto, dengan disaksikan oleh Penasihat Senior Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan, Haruni Krisnawati.

Dalam kesempatan tersebut, Haruni menegaskan pentingnya ekosistem gambut bagi aksi iklim Indonesia. Ia menyampaikan bahwa gambut tropis Indonesia seluas sekitar 24 juta hektare, dengan 74 persen di antaranya berada di kawasan hutan negara, menyimpan sekitar 89 gigaton karbon.

“Restorasi yang efektif dan pengelolaan berkelanjutan dapat menurunkan emisi sebesar 1,3–2,6 GtCO₂e per tahun,” ujarnya.

Franziska Tanneberger menyampaikan bahwa deklarasi ini bertujuan memperkuat kerja sama berbasis sains.

“Deklarasi bersama ini mencerminkan komitmen kami untuk membekali pengambil kebijakan, praktisi, dan komunitas lokal dengan informasi yang kredibel, analisis yang kuat, serta perangkat praktis guna mendukung konservasi dan pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan,” jelasnya.

Bambang Supriyanto menambahkan bahwa ITPC akan terus berperan sebagai pusat kolaborasi internasional untuk pengelolaan gambut tropis di Asia Tenggara, Cekungan Kongo, dan Amazon.

“Kolaborasi kami dengan Greifswald Mire Centre akan membawa kerja sama internasional ke tingkat yang lebih tinggi, khususnya dalam pemetaan, pemantauan, pengembangan riset, pertukaran pembelajaran, serta peningkatan kapasitas melalui pelatihan, webinar, dan konferensi,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan kesiapan ITPC untuk memperluas kemitraan dengan pemerintah negara sahabat, lembaga riset, sektor swasta, perguruan tinggi, dan organisasi internasional sebagai bagian dari agenda penguatan aksi kolaboratif mulai 2026.

Deklarasi ini turut mengakui kontribusi mitra global seperti UNEP, FAO, CIFOR, dan lembaga penelitian nasional, sekaligus menegaskan peran strategis ekosistem gambut dalam berbagai konvensi internasional termasuk UNCBD, UNCCD, UNFCCC, Konvensi Ramsar, Perjanjian Paris, Deklarasi Brazzaville, Global Peatlands Initiative, dan Peatland Breakthrough.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles