Strategi 5M Manggala Agni Efektif Jinakkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Latest

- Advertisement -spot_img

Tim gabungan yang terdiri atas Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pemerintah daerah, serta sejumlah relawan berhasil menuntaskan operasi pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, setelah melakukan operasi intensif selama tujuh hari.

Keberhasilan tersebut menandai berakhirnya operasi pemadaman terhadap kebakaran yang melanda area seluas sekitar 15 hektare. Penanganan dilakukan melalui operasi terpadu yang mengombinasikan jalur darat dengan dukungan operasi udara untuk memastikan seluruh titik api berhasil dipadamkan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan pemadaman merupakan hasil sinergi lintas instansi yang bekerja tanpa henti selama proses penanganan.

“Keberhasilan pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat. Personel Manggala Agni bersama tim gabungan bekerja secara intensif melakukan operasi pemadaman terpadu melalui jalur darat dan dukungan operasi udara hingga seluruh areal terdampak berhasil dipadamkan,” ujar Dwi.

Ia menjelaskan, Manggala Agni dilibatkan dalam operasi tersebut karena memiliki pengalaman dan kemampuan khusus dalam menangani kebakaran dengan karakteristik serupa, termasuk saat membantu pemadaman kebakaran TPA pada 2023. Pelibatan brigade pengendalian kebakaran hutan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan bencana guna melindungi masyarakat dan lingkungan.

Dwi menambahkan bahwa keberhasilan operasi tidak lepas dari kerja sama antara Kementerian Kehutanan, BNPB, TNI, Polri, KLH, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten dan Kota Tangerang, BPBD, pemerintah daerah, serta para relawan.

“Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan operasi pemadaman berlangsung aman, efektif, dan tuntas,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, mengatakan kebakaran di TPA memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan kebakaran hutan dan lahan karena material sampah yang terbakar masih menyimpan bara api di lapisan bawah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, tim menerapkan metode kikis, yakni mengeruk timbunan sampah menggunakan alat berat sambil melakukan penyemprotan air secara bersamaan pada titik-titik panas. Cara tersebut memungkinkan bara api yang tersembunyi di bagian bawah terbuka sehingga proses pendinginan menjadi lebih efektif.

“Di lapangan, personel menerapkan strategi metode kikis, yaitu pengerukan permukaan timbunan sampah menggunakan alat berat secara simultan dengan penyemprotan air pada titik-titik api untuk membuka lapisan yang masih menyimpan bara sehingga proses pendinginan berlangsung lebih efektif,” jelas Thomas.

Selama operasi berlangsung, personel Manggala Agni bekerja secara bergantian siang dan malam guna menjaga efektivitas pemadaman. Operasi juga menerapkan strategi penanganan 5M, yang meliputi Manajemen Asap, Manajemen Air, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Sarana dan Prasarana, serta Manajemen Logistik.

Meski seluruh area yang terbakar telah dinyatakan padam, tim gabungan masih melanjutkan tahap pascapemadaman melalui pembasahan dan pemeriksaan menyeluruh pada lokasi terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Pasca pemadaman ini, tim masih melaksanakan pengecekan dan pembasahan pada seluruh areal bekas terbakar guna memastikan tidak ada lagi bara api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” pungkas Thomas.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles