Jumat, 23 Februari 2024

Aktivis Perempuan Manfaatkan Platform Digital Perluas Jejaring Lingkungan Hidup

Latest

- Advertisement -spot_img

Aktivis perempuan bidang lingkungan hidup memanfaatkan platform digital untuk berbagi pembelajaran dan meningkatkan nilai tambah dari berbagai komoditas ramah lingkungan yang mereka hasilkan bersama kelompoknya.

Demikian mengemuka dari webinar Indonesia Berbagi yang diselenggarakan Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI) bertajuk ‘Kiprah Aktivis Perempuan Bidang Lingkungan di Era Digital’, Senin, 27 November 2023. Webinar dibuka oleh Ketua Klaster Interaksi, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Sosial SIL UI Dr Herdis Herdiansyah.

Hadir menjadi pembicara pada webinar itu Rita Ayuwandari, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Wangi dari Desa Dataran Kempas, Tanjung Jabung Barat, Jambi. Kelompok ini memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya jahe merah sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

_________

Rita menjelaskan kegiatan yang dilakukan KWT Mekar Wangi merupakan bagian dari program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang dilaksanakan oleh PT Wira Karya Sakti, APP.

“Kami bersyukur hidup di era digital. Kita bisa memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Grup WA untuk memperluas jejaring,” kata Rita.

Melalui media sosial, Rita menuturkan kelompoknya bisa saling berbagi pembelajaran dengan kelompok-kelompok lain di seluruh Indonesia. Media sosial juga menjadi sarana untuk memperluas jaringan pemasaran.

“Untuk pemasaran kami juga memanfaatkan market place seperti Shopee dan Tokopedia, selain toko offline,” kata Rita.

KWT Mekar Wangi mengolah jahe merah yang diproduksinya menjadi serbuk minuman. Omsetnya bisa mencapai Rp42 juta per bulan.

Rita menyatakan sejak KWT Mekar Wangi terbentuk pada tahun 2017, pendapatan para ibu yang menjadi anggotanya pun meningkat. “Banyak KWT dari desa lain juga terinspirasi,” katanya.

- Advertisement -spot_img

More Articles