Rabu, 11 Maret 2026

Riau Siaga Darurat, 160 Personel Dikerahkan Tahan Laju Karhutla

Latest

- Advertisement -spot_img

Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat melalui operasi terpadu darat dan udara untuk mencegah meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap terhadap masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah mengerahkan ratusan personel lintas instansi guna mempercepat pelokalisiran api di sejumlah kabupaten terdampak.

Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait memusatkan penanganan di wilayah Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan. Titik api tersebar pada berbagai status kawasan, mulai dari Hutan Produksi, Hutan Produksi Konversi, Kawasan Konservasi hingga Areal Penggunaan Lain, termasuk lokasi yang berdekatan dengan kebun sawit dan permukiman warga.

Sebanyak 160 personel Manggala Agni diterjunkan langsung ke lapangan untuk pemadaman aktif. Sementara itu, 80 personel lainnya melakukan patroli terpadu serta deteksi dini untuk mencegah kemunculan titik api baru. Penguatan personel juga dilakukan dengan mobilisasi regu dari Daops Rengat ke Pulau Mendol, Pelalawan, dari Daops Siak ke Bengkalis, serta dukungan tambahan dari Daops Bukit Tempurung Jambi untuk wilayah Dumai.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ditjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menegaskan bahwa strategi utama saat ini adalah membatasi pergerakan api agar tidak memperluas area terdampak.

“Fokus kami adalah melokalisir api secepat mungkin. Kombinasi cuaca kering, angin kencang, serta bahan bakar vegetasi yang mudah terbakar membuat kondisi di lapangan sangat menantang,” ujar Ferdian.

Ia menjelaskan, indikasi penyebab kebakaran di sejumlah titik mengarah pada aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar sisa vegetasi yang kemudian tidak terkendali akibat hembusan angin. Situasi semakin kompleks karena wilayah terdampak tidak mengalami hujan hampir 20 hari terakhir, dengan muka air tanah di lahan gambut tercatat minus sekitar 90 sentimeter. Keterbatasan sumber air dan akses menuju lokasi juga memperlambat proses pemadaman.

Untuk memperkuat penanganan, BNPB melalui BPBD Provinsi Riau melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pada Senin, 16 Februari 2026, pesawat Cessna Grand Caravan C208 melakukan penyemaian satu ton garam di wilayah sekitar Siak dan Pekanbaru guna memicu potensi hujan.

“Operasi Modifikasi Cuaca menjadi langkah penting, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun karena kondisi saat ini sangat rawan,” kata Ferdian.

Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui SK Nomor 102/2026 yang berlaku sejak 13 Februari hingga 30 November 2026. Pemerintah daerah juga menyiapkan pembentukan Satuan Tugas Karhutla dan mengajukan dukungan tambahan untuk memperkuat respons darurat.

Pemerintah berharap langkah terpadu darat dan udara ini mampu mengendalikan karhutla secara optimal sehingga Riau tetap bebas asap menjelang bulan Ramadhan dan aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman serta sehat.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles