Apel Siaga Karhutla 2026 Perkuat Sinergi Lintas Sektor Menuju Jawa Barat Bebas Asap

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau melalui Apel Siaga Karhutla Tahun 2026 di Majalengka, Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi upaya memperkokoh koordinasi lintas sektor sekaligus memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sistem penanganan dini guna mewujudkan Jawa Barat bebas kebakaran hutan dan lahan.

Apel siaga yang digelar pada Selasa (21/7/2026) itu diselenggarakan Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat-Banten, Balai P2SDM Wilayah IV, serta SMK Kehutanan Kadipaten.

Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Mewujudkan Hutan dan Lahan Bebas Asap Menuju Jawa Barat Lestari”, kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unit pelaksana teknis Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, Perhutani, dunia usaha, relawan, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Selain apel siaga, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok Masyarakat Peduli Api sebagai dukungan peningkatan kapasitas pencegahan karhutla di tingkat tapak. Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi pemadaman kebakaran yang diperagakan oleh Manggala Agni bersama Balai Taman Nasional Gunung Ciremai dan MPA.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, mengatakan keberhasilan pengendalian karhutla bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi meningkatnya risiko kebakaran selama musim kemarau.

“Mari kita satukan tekad, memperkuat sinergi, mengoptimalkan seluruh sumber daya yang kita miliki, serta bekerja secara profesional, cepat, tanggap, dan terkoordinasi demi mewujudkan Jawa Barat yang bebas dari kebakaran hutan dan lahan,” ujar Dodit.

Sementara itu, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Thomas Nifinluri, menegaskan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperkuat sistem deteksi dini dan meningkatkan patroli pencegahan, terutama di wilayah yang rawan mengalami kebakaran.

“Di tengah potensi penguatan fenomena El Niño tahun 2026, Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum Kehutanan menginstruksikan seluruh jajaran untuk memperketat patroli pencegahan dan merespons setiap titik panas secara cepat sebelum meluas, demi memastikan perlindungan ekosistem hutan tetap optimal,” kata Thomas.

Kesiapan personel di lapangan juga diperkuat melalui pengerahan Manggala Agni di berbagai wilayah Indonesia. Kepala Subdirektorat Pencegahan Karhut Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, M. Hariyanto, menyebut seluruh personel telah disiagakan untuk menjalankan upaya pencegahan hingga penanganan kebakaran.

“Dengan kekuatan 2.500 personel Manggala Agni di seluruh Indonesia, kami siap menghadapi bahaya musim kemarau melalui berbagai kegiatan, mulai dari pencegahan hingga pemadaman kebakaran hutan,” ungkap Hariyanto.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Bambang Setyo Antoko, menambahkan seluruh posko, personel, serta sarana pemadaman telah disiapkan guna mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau.

“Balai Dalkarhut Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara terus menyiagakan seluruh posko, personel Manggala Agni, serta sarana dan prasarana pemadaman di lapangan. Kami memastikan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan mitra terkait berjalan tanpa hambatan guna mewujudkan wilayah yang bebas dari asap karhutla,” ujarnya.

Dukungan juga diberikan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten. Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Yudha Suswardhanto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan armada pendukung untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.

“Kami memiliki sarana berupa 16 unit mobil pemadam yang telah dimodifikasi untuk mendukung upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” jelas Yudha.

Melalui penguatan koordinasi, kesiapan sumber daya, serta pelibatan masyarakat, Kementerian Kehutanan berharap upaya pencegahan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga risiko kerusakan lingkungan, kerugian ekonomi, dan dampak sosial akibat kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan. Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menekankan pentingnya tindakan preventif dan kemitraan dengan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles