Kemenhut Perkuat Kapasitas SDM Pengendalian Karhutla Lewat Sinergi Bilateral dan Sektor Swasta

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan dan sektor swasta. Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Basic Training on Forest Fire Suppression atau Pelatihan Dasar Pemadaman Kebakaran Hutan yang dibuka di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Minggu (8/6).

Pelatihan yang berlangsung hingga 10 Juni 2026 itu diselenggarakan oleh Manggala Agni Daops Sumatera XVII OKI dengan dukungan Korea-Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC). Sebanyak 25 personel pemadam kebakaran internal dari PT Prime Agri Resources (PT PAR) dan PT Bio Inti Agrindo (PT BIA), dua anak perusahaan POSCO International yang bergerak di sektor agribisnis dan kelapa sawit, mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas tersebut.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan pengelolaan hutan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan implementasi nyata kerja sama strategis antara Kementerian Kehutanan RI dan Korea Forest Service (KFS) berdasarkan Nota Kesepahaman tentang Pengelolaan Kebakaran Hutan dan Kerja Sama Pemulihan Pascakebakaran.

“Langkah taktis ini merupakan buah sinergi lintas negara dan sektor swasta yang dirancang untuk memperkuat kapasitas pencegahan karhutla langsung dari hulu, khususnya di wilayah konsesi,” ujar Ristianto.

Mewakili Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Kepala Subdirektorat Pencegahan Kebakaran Hutan M. Hariyanto mengatakan pemerintah terus meningkatkan komitmen penurunan emisi gas rumah kaca melalui target nasional yang kini mencapai 43 persen, sejalan dengan agenda Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari langkah preventif jangka panjang sekaligus momentum untuk memperkenalkan Forest and Land Fire Management Center yang tengah dikembangkan di OKI melalui kerja sama antara KFS dan Kementerian Kehutanan.

Pusat pembelajaran tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas pengendalian karhutla, tidak hanya bagi internal Kementerian Kehutanan, tetapi juga bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta.

Co-Director Korea-Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC), Jeong Cheol Ho, mengatakan pihaknya telah berkomitmen membangun sistem pengelolaan kebakaran hutan di OKI selama lima tahun terakhir dengan dukungan Korea Forest Service.

Sementara itu, perwakilan POSCO International Indonesia, Kong Byoung Sun, menilai pelatihan tersebut menjadi bukti eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan sekaligus mempercepat transfer pengetahuan dalam mitigasi karhutla melalui Manggala Agni.

Melalui pelatihan intensif tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, merespons potensi titik api secara cepat, serta memperkuat koordinasi di lapangan guna mendukung upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara lebih efektif. (**)

- Advertisement -spot_img

More Articles