Mangrove Bantu Filipina Kurangi Risiko Abrasi dan Gelombang Badai

Latest

- Advertisement -spot_img

Badai tropis dan kenaikan muka air laut terus meningkatkan ancaman bagi wilayah pesisir Filipina. Di tengah risiko tersebut, ekosistem mangrove dinilai menjadi benteng alami yang mampu melindungi masyarakat pesisir dari gelombang badai, abrasi, dan kerusakan lingkungan akibat cuaca ekstrem.

Laporan yang dipublikasikan Global Landscapes Forum menyoroti upaya pemulihan mangrove di sejumlah wilayah pesisir Filipina sebagai bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim sekaligus perlindungan masyarakat lokal. Program rehabilitasi dilakukan dengan melibatkan komunitas pesisir, organisasi lingkungan, hingga kelompok masyarakat setempat untuk mengubah kawasan tambak terbengkalai menjadi lanskap mangrove produktif.

Restorasi mangrove dilakukan dengan menanam kembali berbagai jenis mangrove asli di area pesisir yang sebelumnya mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi berlebihan. Selain memperkuat perlindungan pantai dari badai, kawasan mangrove juga dinilai mampu meningkatkan kualitas lingkungan, menyerap karbon, serta mendukung mata pencaharian masyarakat melalui perikanan dan ekowisata.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa mangrove memiliki kemampuan meredam energi gelombang dan memperlambat laju banjir pesisir saat badai terjadi. Fungsi ekologis itu menjadi semakin penting karena Filipina termasuk salah satu negara yang paling rentan terhadap topan tropis dan dampak perubahan iklim global.

Program rehabilitasi juga mendorong pendekatan berbasis masyarakat dengan melibatkan warga lokal dalam pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan mangrove. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan ekosistem pesisir sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Salah seorang pegiat restorasi mangrove dalam laporan tersebut menyatakan bahwa pemulihan ekosistem tidak dapat dilakukan secara instan dan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan. “Mangrove bukan hanya pelindung pesisir, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat. Jika dirawat bersama, manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Laporan itu juga menekankan bahwa rehabilitasi mangrove dapat menjadi solusi berbasis alam yang efektif untuk menghadapi perubahan iklim. Selain menjaga garis pantai, hutan mangrove berfungsi sebagai habitat penting bagi berbagai spesies ikan, burung, dan biota laut lainnya yang menopang ketahanan pangan masyarakat pesisir.

Sejumlah kawasan yang sebelumnya tidak produktif kini mulai kembali dipenuhi vegetasi mangrove muda. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa restorasi ekosistem dapat berjalan berdampingan dengan upaya meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana iklim di masa depan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles