Puluhan Anak Muda dari Berbagai Daerah Susun Solusi Pelestarian Hutan di Bogor

Latest

- Advertisement -spot_img

Sebanyak 30 generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia merumuskan berbagai inovasi dan solusi untuk mendukung pelestarian hutan dalam ajang Forest Youthverse Summit “Rumpin Forestival 2026” yang digelar Kementerian Kehutanan di Balai P2SDM Wilayah III Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 29–30 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kapasitas generasi muda sebagai agen perubahan dalam pembangunan kehutanan berkelanjutan.

Forum yang mengusung kolaborasi antara pemerintah, akademisi, praktisi, komunitas, dan organisasi kepemudaan itu menghadirkan peserta dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, komunitas, hingga masyarakat umum. Mereka bersama-sama menyusun gagasan inovatif yang mencakup konservasi hutan, teknologi hijau, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Luckmi Purwandari, mengatakan Forest Youthverse dirancang sebagai ruang pembelajaran untuk melahirkan generasi yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dan kepemimpinan dalam menjaga kelestarian hutan.

“Pelestarian hutan juga membutuhkan generasi muda yang memiliki kesadaran, keberanian, kreativitas, dan kemauan untuk bertindak. Karena itu, investasi terbesar dalam pelestarian hutan bukan hanya pada kawasan yang dijaga atau pohon yang ditanam, tetapi juga pada manusia yang dipersiapkan untuk melanjutkan estafet pelestarian tersebut,” ujar Luckmi.

Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan lapangan yang mengombinasikan pembelajaran, diskusi, dan praktik langsung. Agenda dimulai dengan Youth Action for Nature melalui penanaman pohon, penelusuran arboretum Balai P2SDM Wilayah III Bogor, serta kunjungan edukatif ke Persemaian Modern Rumpin untuk mempelajari rehabilitasi lahan dan pengelolaan hutan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Forest Reflection Circle, Forest Connection, dan Forest Innovation Workshop, yang menjadi wadah bagi peserta untuk menyusun konsep inovasi sebelum dipresentasikan kepada para pakar kehutanan.

Pada hari kedua, peserta mengikuti Forest Youth Forum bertema Suara Generasi Muda untuk Hutan dan Keanekaragaman Hayati yang menjadi ruang penyampaian aspirasi dan gagasan mengenai masa depan pengelolaan hutan Indonesia. Berbagai ide kemudian dipresentasikan dalam sesi Forest Innovation Pitching: Dari Ide ke Aksi, mencakup solusi di bidang konservasi, teknologi hijau, pendidikan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Kegiatan juga menghadirkan sesi Expert Reflection bersama narasumber dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum Ciliwung dan praktisi pemberdayaan masyarakat, sebelum ditutup dengan Forest Ideas Cafe dan pembacaan Forest Youth Commitment sebagai komitmen bersama peserta untuk terus berkontribusi dalam pelestarian hutan.

Kepala Balai P2SDM Wilayah III Bogor, Yanti Noviyanti, mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan hutan sekaligus memperluas jejaring kolaborasi.

“Balai P2SDM Wilayah III Bogor tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk mengenal hutan lebih dekat. Kami berharap melalui Forest Youthverse, peserta memperoleh pengalaman nyata, membangun jejaring, serta memiliki keberanian untuk menghadirkan aksi-aksi positif di daerahnya masing-masing. Karena pelestarian hutan membutuhkan kolaborasi, dan generasi muda merupakan bagian penting dari kolaborasi tersebut,” kata Yanti.

Melalui penyelenggaraan Forest Youthverse Summit 2026, Kementerian Kehutanan berharap semakin banyak generasi muda yang mampu mengembangkan kepemimpinan, memperluas kolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi pelestarian hutan serta lingkungan. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem generasi pelestari hutan yang adaptif, kreatif, dan berkelanjutan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles