Studi Baru: Perkebunan Eucalyptus Sangat Produktif, Namun Belum Tentu Jadi Penyerap Karbon Jangka Panjang

Latest

- Advertisement -spot_img

Perkebunan eucalyptus tropis dinilai memiliki kemampuan menyerap karbon yang sangat tinggi dalam jangka pendek, namun belum tentu berfungsi sebagai penyerap karbon (carbon sink) jangka panjang. Temuan tersebut terungkap dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Global Change Biology dan melibatkan peneliti dari CIRAD bersama sejumlah mitra penelitian di Brasil.

Penelitian yang dilakukan selama 14 tahun di wilayah selatan Brasil itu menjadi salah satu studi pertama yang secara rinci mengukur kapasitas akumulasi karbon pada perkebunan eucalyptus tropis. Hasilnya memberikan gambaran baru mengenai kontribusi hutan tanaman industri terhadap upaya mitigasi perubahan iklim, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap kayu dan produk turunannya.

Saat ini, perkebunan eucalyptus mencakup lebih dari 20 juta hektare di dunia, termasuk sekitar 8 juta hektare di Brasil. Luasan tersebut terus bertambah seiring meningkatnya permintaan bahan baku industri kehutanan. Namun, informasi mengenai dinamika penyerapan karbon pada ekosistem yang dikelola dengan sistem tebang habis dan tanam kembali masih terbatas.

Peneliti CIRAD, Joannes Guillemot, mengatakan penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kapasitas sebenarnya dari perkebunan komersial dalam menyerap karbon.

“Dalam Bonn Challenge, komunitas internasional berkomitmen merestorasi 350 juta hektare hutan dan lahan pada 2030. Hampir separuh area tersebut saat ini berupa perkebunan komersial. Karena itu, kami ingin mengetahui seberapa besar kapasitas penyerapan karbon yang sebenarnya dimiliki sistem tersebut,” ujar Guillemot.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas perkebunan eucalyptus jauh lebih tinggi dibandingkan sebagian besar hutan hujan tropis alami. Plot penelitian tercatat mampu menyerap hingga 20 ton karbon per hektare per tahun, atau lebih dari tiga kali lipat rata-rata kemampuan penyerapan karbon hutan hujan tropis yang umumnya berada di bawah 6 ton karbon per hektare per tahun.

Tingkat produktivitas yang tinggi tersebut membuat perkebunan eucalyptus dapat kembali menjadi penyerap karbon hanya dalam waktu sekitar dua tahun setelah proses penebangan dan penanaman ulang dilakukan. Kondisi itu memungkinkan emisi karbon yang dilepaskan saat penebangan dapat dikompensasi dalam waktu relatif singkat.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa tingginya serapan karbon tahunan tidak otomatis menjadikan perkebunan eucalyptus sebagai penyimpan karbon jangka panjang. Studi tersebut menemukan bahwa jumlah karbon yang diserap selama satu siklus pertumbuhan cenderung sebanding dengan karbon yang keluar bersama batang kayu saat panen.

“Berdasarkan hasil penelitian kami, keseimbangan karbon dalam jangka panjang cenderung mendekati netral. Karbon yang diekspor melalui hasil panen memiliki jumlah yang hampir sama dengan karbon yang diserap selama masa pertumbuhan, sehingga akumulasi karbon jangka panjang belum dapat dipastikan,” kata Guillemot.

Penelitian ini merupakan bagian dari proyek EUCFLUX yang mengandalkan lokasi penelitian dengan instrumen pemantauan berteknologi tinggi untuk memahami proses fisiologis dan siklus biogeokimia di dalam ekosistem hutan tanaman. Data tersebut dinilai penting untuk memprediksi dampak perubahan iklim terhadap hutan sekaligus mendukung penyusunan strategi mitigasi dan adaptasi berbasis sains.

Studi ini juga merupakan hasil kolaborasi jangka panjang antara CIRAD dan Instituto de Pesquisas e Estudos Florestais (IPEF), yang melibatkan perusahaan-perusahaan kehutanan serta institusi akademik di Brasil, termasuk Universitas São Paulo. Selama dua dekade terakhir, kerja sama tersebut berfokus pada peningkatan pemahaman mengenai fungsi hutan tanaman tropis dan pengembangan praktik silvikultur yang lebih berkelanjutan.

Para peneliti menyatakan bahwa temuan ini masih perlu dilengkapi dengan analisis siklus hidup produk kayu, seperti pulp, arang industri, maupun papan partikel, guna memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kontribusi perkebunan eucalyptus terhadap ekonomi rendah karbon dan mitigasi perubahan iklim.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles