Penelitian terbaru yang dilakukan sejumlah lembaga riset internasional menyoroti pentingnya inovasi pengelolaan tanah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan penyerapan karbon. Kajian tersebut menunjukkan bahwa tanah memiliki peran strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan cadangan karbon organik di lahan pertanian dan ekosistem daratan.
Laporan yang dipublikasikan oleh Alliance of Bioversity International dan CIAT menegaskan bahwa pengelolaan tanah yang berkelanjutan dapat menjadi salah satu solusi berbasis alam untuk menghadapi tantangan perubahan iklim global. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pendekatan ini dinilai mampu memperbaiki kesehatan tanah, menjaga ketersediaan air, serta meningkatkan kemampuan lahan menyerap dan menyimpan karbon dari atmosfer.
Para peneliti melakukan pemetaan dan analisis cadangan karbon tanah di berbagai wilayah guna mengidentifikasi area yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan penyimpanan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat peluang signifikan untuk memperbesar stok karbon tanah melalui praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan, termasuk agroforestri, penggunaan tanaman penutup tanah, serta rehabilitasi lahan terdegradasi.
Dalam laporan tersebut, tim peneliti menjelaskan bahwa tanah merupakan salah satu penyimpan karbon terbesar di daratan. Namun, perubahan penggunaan lahan, degradasi tanah, dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan telah mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap karbon selama beberapa dekade terakhir.
“Tanah yang sehat tidak hanya mendukung produksi pangan, tetapi juga berperan penting dalam menyimpan karbon dan meningkatkan ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim,” tulis tim peneliti dalam laporan tersebut.
Penelitian juga menyoroti pentingnya pengembangan teknologi dan data ilmiah untuk membantu pemerintah, pelaku usaha, dan petani dalam mengambil keputusan yang lebih tepat terkait pengelolaan lahan. Melalui pendekatan berbasis sains, upaya peningkatan karbon tanah dapat diintegrasikan dengan strategi pembangunan berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain manfaat iklim, peningkatan kandungan karbon organik di dalam tanah dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas menyimpan air, serta mendukung produktivitas pertanian dalam jangka panjang. Kondisi tersebut dinilai sangat penting di tengah meningkatnya tekanan akibat perubahan iklim, kekeringan, dan degradasi lahan di berbagai kawasan dunia.
Laporan tersebut menegaskan bahwa investasi pada kesehatan tanah harus menjadi bagian dari agenda global dalam menghadapi krisis iklim. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, sektor swasta, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mempercepat penerapan praktik pengelolaan tanah yang berkelanjutan dan berdampak luas.
***



