Senin, 15 Juli 2024

World Bank Puji Inisiatif Indonesia Soal Mangrove

Latest

- Advertisement -spot_img

World Bank (Bank Dunia) memuji inisiatif Indonesia yang menjadikan mangrove sebagai isu utama pada berbagai fora internasional, termasuk pada Presidensi G20 Indonesia.

Menurut World Bank, ekosistem mangrove sangat penting dalam kehidupan manusia namun sangat sedikit mendapat perhatian.

Demikian terungkap saat konsultasi Proyek Mangrove untuk Ketahanan Masyarakat di Kawasan Pesisir (Mangrove for Coastal Resilience Program, M4CR) di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, Jakarta, Rabu, 16 Februari 2022.

Pada kesempatan itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menjelaskan rehabilitasi mangrove menjadi salah satu prioritas program kerja Presiden Joko Widodo.

“Bapak Presiden menginstruksikan kami untuk melakukan rehabilitasi mangrove. Pada tahun 2020 kami memulainya dengan menanam mangrove seluas 63 ribu hektare,” katanya.

Menteri Siti mengungkapkan pentingnya keterlibatan masyarakat dan para pihak dalam upaya rehabilitasi mangrove.

Oleh karenanya, pada kesempatan tersebut juga hadir para pejabat daerah dari empat provinsi dimana proyek akan dilaksanakan yaitu Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Lebih lanjut, Menteri Siti menjelaskan upaya pengendalian perubahan iklim di Indonesia, khususnya terkait dengan pengurangan emisi karbon dari ekosistem mangrove atau blue carbon.

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan skenario paling ambisius yaitu LCCP (Low Carbon Compatible with Paris Agreement), dimana secara nasional Indonesia akan mencapai peaking pada tahun 2030 dengan sektor Kehutanan dan penggunaan lahan lain (FOLU) sudah mulai net sink.

Upaya pengendalian perubahan iklim melalui rehabilitasi mangrove juga akan menjadi isu utama pada gelaran Presidensi G20 Indonesia.

Pemerintah Indonesia akan menjadikan mangrove sebagai show case kepada para pemimpin negara yang tergabung di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada tahun ini di Indonesia.

Sementara itu, World Bank Managing Director for Operations Axel van Trotsenburg, mengungkapkan setuju bahwa ekosistem mangrove memberikan kontribusi signifikan terhadap pengendalian perubahan iklim.
Dia juga mengapresiasi inisiatif Indonesia menjadikan mangrove sebagai salah satu isu utama pada Presidensi G20 Indonesia.

“Berbicara upaya pengendalian perubahan iklim, sudah banyak orang mengangkat topik tentang polusi, energi dan sebagainya, tetapi hanya sedikit yang membicarakan mangrove.

Kita harus melihatnya secara holistik, dan menjadikan mangrove bagian dari upaya tersebut. Sehingga, kerjasama kita melalui proyek ini juga dapat menjadi sebuah solusi,” tuturnya.

Pada pertemuan ini, Menteri LHK Siti Nurbaya didampingi oleh Kepala BRGM Hartono, sementara, World Bank Managing Director for Operations Axel van Trotsenburg, didampingi oleh Vice President for East Asia and the Pacific Manuela Ferro, Country Director for Indonesia and Timor Leste Satu Kahkonen.***

More Articles