Kamis, 25 April 2024

Garap Pasar Domestik, HIMKI Gelar Mall to Mall Respons Permintaan Ekspor Melemah

Latest

- Advertisement -spot_img

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) segera merealisasikan program Mall to Mall Expo.

Sebagai awal, program ini akan diterapkan di Mall Alam Sutera yang terletak di kawasan elit Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang.

“Mengapa target kita di Mall Alam Sutera? Di sini ada toko furniture dari luar negeri yang penjualannya meningkat, omzetnya sangat besar, bahkan sampai menembus di angka triliunan,” kata Sekjen HIMKI Heru Prasetyo, di Jakarta, Jumat, 23 Desember 2022.

Untuk spesifikasi produknya, anggota HIMKI tetap mempertahankan pada produk furniture solid wood. Jadi bagi customer di wilayah Jabodetabek yang menginginkan produk-produk solid wood bisa datang ke Mall Alam Sutra BSD Tangerang.

Heru menjelaskan, program Mall to Mall Expo adalah upaya HIMKI untuk penetrasi pasar dalam negeri yang memang cukup besar potensinya. “Ini merupakan salah satu solusi saat ini dimana kondisi global masih belum stabil, maka pasar dalam negeri yang sangat potensial perlu digarap,” paparnya.

Menurutnya, pertumbuhan pasar furniture di wilayah Jabodetabek sudah memegang peranan hampir 60% secara nasional.

“Untuk itu, HIMKI menggandeng pihak ketiga, yaitu Sinergy Hub untuk bisa mengelola tempat jualan kita dengan sistem promosi bersama-sama antara Sinergy Hub, HIMKI dan pihak Mall Alam Sutera BSD Tangerang,” jelas Heru.

“Kami berharap agar pemerintah dapat mendukung promosi secara total sehingga program ini ini dapat diketahui oleh khalayak luas dan bisa untuk sebagai salah satu alternatif belanja furniture indonesia dengan spesifikasi kayu solid wood yang dikerjakan oleh tenaga terampil, craftsmanship,” ujarnya.

Heru Prasetyo menjelaskan, HIMKI memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan furniture dan kerajinan untuk pasar dalam negeri pada tahun depan. HIMKI juga optimis pada tahun 2023 permintaan mebel dan kerajinan dari dalam negeri akan meningkat tajam. Kondisi ini dilihat dari permintaan pasar domestik mebel dan kerajinan cukup menjanjikan dengan midle income rata-rata lebih dari Rp 50 juta.

Penjualan produk furnitur dan kerajinan di pasar domestik diproyeksi mengalami pertumbuhan. Ini sejalan dengan semakin banyaknya proyek perumahan, gedung, dan perkantoran. Bahkan berdasarkan catatan HIMKI pasar domestik industri furnitur dan kerajinan tahun ini menembus angka Rp15 triliun.

Apalagi, ungkap Heru, dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 267 juta jiwa, 70 persen di antaranya merupakan penduduk produktif menjadi katalis bagi bisnis furnitur, sehingga prospeknya masih menjanjikan.

Kuatnya permintaan domestik juga terlihat dari begitu masifnya ekspansi beberapa gerai milik asing di Indonesia dimana gerai-gerai tersebut yang notabene sebagian besarnya menjual produk mebel dan kerajinan asal impor. ***

More Articles