PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dengan mengerahkan personel pemadam serta sejumlah peralatan pendukung. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari kolaborasi perusahaan dengan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam memperkuat pencegahan serta respons cepat terhadap karhutla.
Kesiapan RAPP ditunjukkan dalam apel kesiapsiagaan karhutla yang berlangsung di Mapolda Riau, Senin. Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD Provinsi Riau, Manggala Agni, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perwakilan perusahaan.
Dalam kegiatan itu, RAPP menurunkan satu regu Fire Fighter dari Fire and Aviation Department sekaligus memperlihatkan peralatan yang digunakan untuk mendukung operasi pemadaman di lapangan. Fire Team Coordinator RAPP, Ramadhan, mengatakan kesiapan sumber daya menjadi faktor penting dalam menghadapi risiko kebakaran, terutama melalui koordinasi lintas sektor.
“Pencegahan dan penanggulangan karhutla membutuhkan kesiapan serta kerja sama dari berbagai pihak.”
Menurut Ramadhan, RAPP siap bekerja bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, MPA, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menangani potensi kebakaran di lapangan. Ia juga menegaskan dukungan perusahaan tidak terbatas pada wilayah konsesinya.
“Perusahaan punya komitmen bukan hanya di area perusahaan yang kita jaga dan padamkan, tapi juga di luar konsesi PT RAPP.”
Sejumlah perangkat yang disiapkan RAPP antara lain lima unit pompa pemadam, 20 roll selang pemadam berdiameter 1,5 inci, drone, rain gauge, hygrometer, foam inductor, sprinkler, priming pump, GPS Garmin, gateway, suction hose, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Kesiapsiagaan tersebut juga mengikuti penetapan Fire Danger Period oleh APRIL Group di seluruh area konsesi di Provinsi Riau hingga 30 September 2026. Selama periode tersebut, perusahaan meningkatkan patroli darat dan udara, pemantauan titik panas, serta koordinasi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Untuk memperkuat sistem deteksi dan respons, APRIL Group menyiagakan satu unit helikopter, dua unit airboat, 12 kendaraan patroli, 177 pompa air, 1.209 roll selang, empat lokasi pemantauan kabut asap, 26 CCTV, dan 12 menara api. Kesiapsiagaan tersebut didukung 345 personel pemadam kebakaran profesional serta 735 relawan terlatih dari 49 desa di Riau.
Penguatan kapasitas personel dan peralatan tersebut diharapkan mempercepat deteksi, pencegahan, dan penanganan kebakaran sehingga potensi dampak karhutla terhadap masyarakat dan lingkungan dapat ditekan.
***



