Mahasiswa ULM Raih Juara Harapan II Pilmapres Nasional 2026

Latest

- Advertisement -spot_img

Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Alexander Dwiki Hermawan menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih Juara Harapan II Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2026, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa penyandang disabilitas mampu berprestasi dan bersaing di tingkat nasional.

Alexander merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM dengan kondisi low vision. Ia menjadi salah satu finalis Pilmapres Nasional 2026 yang diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, Banten, pada 4–8 Agustus 2026.

Pilmapres Nasional 2026 menjadi penyelenggaraan bersejarah karena untuk pertama kalinya kategori Mahasiswa Disabilitas Berprestasi dipertandingkan di tingkat nasional. Kehadiran kategori tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang dan kesempatan yang setara bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk menunjukkan capaian akademik, kreativitas, kepemimpinan, serta prestasinya.

Keberhasilan Alexander mencapai tingkat nasional melalui proses seleksi dan persaingan ketat. Sebelum melaju ke tingkat nasional, ia terlebih dahulu mengikuti tahapan seleksi di tingkat wilayah melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan. Dari rangkaian seleksi tersebut, Alexander berhasil melaju hingga akhirnya menjadi salah satu dari 16 finalis kategori Mahasiswa Disabilitas yang berkompetisi pada Pilmapres Nasional 2026.

Rektor ULM Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian Alexander yang mampu membawa nama ULM dan Kalimantan Selatan di tingkat nasional. Menurut dia, pencapaian tersebut bukan hanya prestasi individual, tetapi juga mencerminkan pentingnya memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh mahasiswa untuk mengembangkan potensi terbaiknya.
“Prestasi Alexander merupakan kebanggaan bagi keluarga besar ULM.

Ia menunjukkan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk berprestasi apabila diberikan kesempatan, dukungan, dan ruang yang setara. Ketekunan dan semangatnya hingga mencapai tingkat nasional menjadi contoh yang sangat baik bagi mahasiswa ULM lainnya,” kata Ahmad Alim Bachri.

Ia menegaskan ULM akan terus memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif sekaligus mendukung pengembangan prestasi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas.

“Kami ingin kampus menjadi ruang di mana tidak ada mahasiswa yang tertinggal karena keterbatasan. ULM akan terus mendorong akses pendidikan yang inklusif, memperkuat pendampingan, serta membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Dalam proses seleksi Pilmapres Disabilitas, peserta tidak hanya dinilai berdasarkan prestasi akademik, tetapi melalui penilaian komprehensif yang meliputi Capaian Unggulan, Gagasan Kreatif, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, serta aspek berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, kerja sama, kepercayaan diri, dan kepedulian terhadap peserta lain.

Alexander mengatakan pencapaian tersebut memiliki arti lebih luas daripada sekadar penghargaan karena menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kondisi disabilitas tidak membatasi seseorang untuk memiliki cita-cita dan meraih prestasi.

“Prestasi ini bukan hanya tentang penghargaan yang saya peroleh, tetapi tentang kesempatan untuk membuktikan bahwa keterbatasan tidak membatasi seseorang untuk memiliki mimpi, berkarya, dan berprestasi. Saya berharap apa yang saya capai dapat memberikan semangat kepada teman-teman penyandang disabilitas lainnya,” kata Alexander.

Bagi Alexander, perjalanan hingga tingkat nasional juga menjadi ruang untuk menyampaikan pentingnya kesetaraan kesempatan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Lingkungan pendidikan yang inklusif, menurut dia, akan memberikan kesempatan kepada setiap mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dan memberikan kontribusi terbaiknya.

“Saya membawa nama ULM dan Kalimantan Selatan, tetapi lebih dari itu saya juga membawa harapan II teman-teman penyandang disabilitas. Kami ingin mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, berkompetisi, dan memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan Alexander di Pilmapres Nasional 2026 diharapkan menjadi inspirasi untuk memperkuat budaya prestasi sekaligus pendidikan inklusif di lingkungan perguruan tinggi. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa dukungan, kesempatan yang setara, dan lingkungan pendidikan yang inklusif dapat membuka ruang bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles