Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kerja sama dengan Uni Eropa dan Wildlife Conservation Society (WCS) dalam pengelolaan kawasan konservasi di Sulawesi Utara. Kemitraan tersebut diarahkan untuk memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Penguatan kerja sama ditandai dengan kunjungan lapangan Delegasi Uni Eropa ke sejumlah lokasi program konservasi di Sulawesi Utara pada pertengahan Juli 2026. Delegasi yang dipimpin Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia bersama para duta besar dan pejabat tinggi negara anggota Uni Eropa meninjau implementasi program berbasis masyarakat serta berdialog langsung dengan masyarakat pesisir mengenai manfaat yang telah dirasakan dari kolaborasi tersebut.
Program konservasi ini merupakan hasil kemitraan antara Uni Eropa, Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), KfW German Development Bank, serta Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Programme. Kegiatan dilaksanakan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara dengan fokus pada pelestarian keanekaragaman hayati laut dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Mewakili Direktur Jenderal KSDAE, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, Nandang Prihadi, mengatakan Sulawesi Utara menjadi salah satu wilayah strategis dalam kemitraan konservasi yang telah dibangun bersama WCS dan para mitra pembangunan internasional.
“Salah satu lokasi kerja sama tersebut berada di Sulawesi Utara. Kawasan ini menjadi salah satu wilayah strategis dalam kemitraan kami bersama WCS dan para mitra pembangunan, yang akan kita kunjungi bersama selama dua hari ke depan,” ujar Nandang.
Ia menambahkan, Kementerian Kehutanan bersama WCS saat ini juga menjajaki pengembangan skema biodiversity credit serta National Parks Bond yang mengacu pada praktik Rhino Bond sebagai alternatif pembiayaan konservasi yang berkelanjutan. Menurutnya, inovasi pendanaan tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan pengelolaan kawasan konservasi tanpa bergantung sepenuhnya pada pembiayaan konvensional.
Nandang turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Uni Eropa, KfW German Development Bank, WCS, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan program. Ia berharap kunjungan lapangan tersebut semakin mempererat kolaborasi internasional sekaligus memperlihatkan praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan kawasan konservasi dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyampaikan bahwa sejak dimulai pada 2019, program tersebut telah memberikan berbagai hasil nyata di bidang konservasi, pengelolaan perikanan berkelanjutan, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi lokal berbasis konservasi.
“Di bidang konservasi, program ini telah mendukung pembentukan dan penguatan sembilan kawasan konservasi perairan dengan total luasan lebih dari 781 ribu hektare di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kawasan tersebut melindungi lebih dari 14 ribu hektare terumbu karang, sekitar 6 ribu hektare mangrove, serta sekitar 5 ribu hektare padang lamun yang menjadi habitat penting bagi berbagai spesies laut,” kata Denis.
Selain memperkuat perlindungan ekosistem pesisir, program tersebut juga mendorong pengembangan ekonomi masyarakat. Sebanyak 29 Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) bersama 19 komunitas masyarakat pesisir mengembangkan berbagai usaha berbasis konservasi, mulai dari pengolahan hasil perikanan hingga produk bernilai tambah yang meningkatkan pendapatan masyarakat.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Indonesia bersama Uni Eropa dan seluruh mitra pelaksana menegaskan bahwa keberhasilan konservasi memerlukan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, lembaga pembangunan, sektor swasta, dan mitra internasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
***



