Petani di wilayah pegunungan barat laut Vietnam mulai merasakan manfaat nyata dari penggunaan hijauan pakan unggul (improved forages) dalam sistem peternakan mereka. Inovasi tersebut tidak hanya meningkatkan ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun, tetapi juga membantu memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga petani di tengah keterbatasan lahan dan tantangan perubahan iklim.
Temuan tersebut dipaparkan dalam publikasi terbaru Alliance of Bioversity International and CIAT yang menyoroti hasil implementasi dua proyek pengembangan pakan ternak di kawasan Northwest Highlands, Vietnam. Program tersebut dijalankan melalui pendekatan restorasi lahan, peningkatan produktivitas peternakan, serta penguatan kapasitas petani lokal.
Selama bertahun-tahun, peternak di kawasan pegunungan Vietnam mengandalkan padang rumput alami dan limbah pertanian sebagai sumber pakan utama. Namun, ketersediaan pakan yang tidak stabil, terutama saat musim kemarau, membatasi pertumbuhan ternak dan pendapatan petani.
Untuk mengatasi masalah tersebut, para peneliti bersama pemerintah daerah memperkenalkan berbagai jenis hijauan pakan unggul yang mampu tumbuh lebih produktif dan memberikan nilai nutrisi lebih baik bagi ternak. Program juga disertai pelatihan budidaya, pengelolaan pakan, serta pendampingan bagi kelompok petani.
Hasilnya, hingga 2021 lebih dari 180 rumah tangga petani mengadopsi sistem hijauan pakan unggul. Petani menanam rumput pakan di lahan yang sebelumnya kurang produktif dan memanfaatkannya sebagai sumber pakan berkelanjutan bagi sapi dan kerbau.
Laporan tersebut mencatat bahwa petani yang mengadopsi sistem baru memperoleh sejumlah manfaat, mulai dari peningkatan bobot ternak, berkurangnya waktu mencari pakan, hingga meningkatnya pendapatan rumah tangga. Selain itu, praktik tersebut membantu mengurangi tekanan terhadap lahan hutan dan padang penggembalaan alami.
“Petani melaporkan pertumbuhan ternak yang lebih baik karena ketersediaan pakan meningkat, sekaligus mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk mencari pakan setiap hari,” tulis laporan tersebut.
Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh penyediaan benih pakan unggul, tetapi juga oleh pendampingan berkelanjutan dan kemitraan dengan berbagai pihak. Pelatihan yang diberikan membantu petani memahami teknik budidaya, pemanenan, dan penyimpanan pakan yang lebih efisien.
Meski demikian, laporan tersebut menilai masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi untuk memperluas adopsi inovasi serupa. Akses terhadap benih berkualitas, penguatan pasar, dukungan kebijakan, serta pengembangan kapasitas petani menjadi faktor penting untuk memastikan keberlanjutan program.
Pengalaman di Vietnam menunjukkan bahwa pengembangan sistem pakan ternak berbasis hijauan unggul dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus mendukung pengelolaan lanskap yang lebih berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai relevan bagi berbagai negara berkembang yang menghadapi tantangan serupa dalam sektor peternakan dan ketahanan pangan.
***



