Minggu, 19 April 2026

Aren Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Energi, Pelatihan Digenjot

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan memperkuat upaya menuju kemandirian pangan dan energi nasional melalui pelatihan lanjutan pengembangan komoditas aren yang digelar di Tomohon, Sulawesi Utara, pada 13–17 April 2026.

Kegiatan Training of Trainers (ToT) Aren tahap kedua ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya di Garut, Jawa Barat. Program ini terselenggara melalui kolaborasi antara unit kerja di lingkungan Kementerian Kehutanan bersama mitra non-pemerintah, dengan dukungan pendanaan dari program lingkungan dan sektor energi nasional.

Pelatihan diikuti oleh 15 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang telah menyelesaikan tahap pertama. Pada tahap lanjutan ini, seluruh materi difokuskan pada praktik lapangan untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam pengembangan aren.

Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari inventarisasi pohon aren, teknik pembibitan dan perkecambahan, hingga pemanfaatan limbah organik melalui pembuatan biochar. Selain itu, peserta juga melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung proses produksi gula aren serta penerapan teknologi sederhana seperti sistem pipanisasi dan tungku hemat energi.

Penasihat Utama Menteri Kehutanan Bidang Lingkungan dan Ekologi sekaligus Ketua Satgas Aren, Willie Smits, menekankan pentingnya peran peserta sebagai agen perubahan di daerah masing-masing. “Melalui pelatihan ini, kami berharap para penyuluh dapat menyebarluaskan pengetahuan tentang aren dan menjaga keberlanjutan program di tingkat tapak,” ujarnya.

Peserta pelatihan juga merasakan manfaat langsung dari pendekatan berbasis praktik tersebut. Rusni, penggiat aren asal Majene, menyebut pelatihan ini membuka wawasan baru dalam pengelolaan komoditas aren. “Saya mendapatkan banyak ilmu baru, baik dari praktik lapangan maupun diskusi dengan peserta lain, yang sebelumnya tidak saya ketahui,” katanya.

Hal serupa disampaikan Nawir, perwakilan penyuluh, yang menilai pelatihan ini membantu menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam implementasi nyata di lapangan. “Pelatihan ini menjadi panduan dasar bagi kami untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengembangan aren sebagai bagian dari ketahanan pangan dan energi,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pemanfaatan sumber daya hutan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian energi berbasis sumber daya lokal.

Dengan selesainya pelatihan tahap kedua ini, Kementerian Kehutanan menargetkan para peserta dapat memperluas dampak program melalui transfer pengetahuan di daerah masing-masing, sehingga pengembangan aren dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles