FAO Cari Mitra Global untuk Jadi Pusat Rujukan Kehutanan Global

Latest

- Advertisement -spot_img

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) membuka peluang bagi lembaga-lembaga kehutanan dunia untuk bergabung sebagai FAO Reference Centre for Forestry guna memperkuat kolaborasi global dalam pengelolaan hutan berkelanjutan, mitigasi perubahan iklim, serta pengembangan inovasi berbasis sains di sektor kehutanan.

Melalui pengumuman Call for Interest, FAO mengundang institusi yang memiliki kapasitas teknis, ilmiah, dan kebijakan di bidang kehutanan untuk mendukung implementasi mandat FAO dan penguatan kapasitas negara-negara anggota. Program ini juga diarahkan untuk mempercepat pengembangan solusi berbasis hutan dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi lahan, kemiskinan, dan ketahanan pangan.

FAO menegaskan bahwa hutan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan global. Selain menutupi sekitar sepertiga daratan dunia, ekosistem hutan juga menyediakan pangan, energi, bahan baku, menopang sebagian besar biodiversitas daratan, serta menyimpan lebih dari separuh karbon dunia.

Meski laju deforestasi global menunjukkan perlambatan, FAO menilai kehilangan dan degradasi hutan masih terus terjadi di berbagai kawasan. Karena itu, diperlukan langkah strategis yang lebih cepat melalui konservasi, restorasi ekosistem, penguatan produksi hutan berkelanjutan, serta inovasi berbasis ilmu pengetahuan.

“Hutan merupakan kekuatan penting dalam upaya melawan perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, degradasi lahan, kelaparan, dan kemiskinan.” tulis FAO dalam pengumuman resminya.

FAO melalui Forestry Division akan memimpin penguatan kerja sama tersebut dengan pendekatan yang menyeimbangkan fungsi produktif dan perlindungan ekosistem hutan. Divisi ini juga berperan memperkuat transformasi sistem agrifood sekaligus mendukung penanganan perubahan iklim, degradasi lahan, dan hilangnya biodiversitas.

Sejumlah tema prioritas yang dibuka dalam program FAO Reference Centre for Forestry meliputi pangan hutan, agroforestri, hutan produktif, pengendalian hama dan penyakit hutan, kehutanan perkotaan, mangrove, hubungan hutan dan air, ketahanan iklim, pemanfaatan sumber daya genetik hutan, ekonomi kehutanan, statistik dan data kehutanan, hingga mekanisasi sektor kehutanan.

Lembaga yang ditetapkan sebagai FAO Reference Centre nantinya akan memperoleh pengakuan internasional atas kapasitas dan kualitas kerjanya, akses terhadap jaringan ilmiah dan teknis FAO, peluang kolaborasi riset dan pelatihan, hingga penguatan kerja sama multipihak bersama pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil.

FAO menetapkan sejumlah persyaratan bagi institusi yang ingin mendaftar, antara lain memiliki pengalaman kerja sama minimal dua tahun dengan FAO, memiliki kapasitas ilmiah dan teknis yang relevan, berkontribusi pada prioritas program FAO, serta mampu mendukung pengembangan pengetahuan, teknologi, data, riset, pelatihan, dan penguatan kapasitas di bidang kehutanan.

Selain itu, lembaga yang terpilih diharapkan bersedia menggunakan sumber daya institusinya sendiri dalam mendukung kolaborasi bersama FAO, mengingat organisasi tersebut bukan lembaga pendanaan.

Status FAO Reference Centre akan berlaku hingga lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi aktivitas serta kualitas kolaborasi yang dijalankan. FAO membuka pendaftaran hingga 30 Juni 2026 melalui pengiriman dokumen aplikasi dan Declaration of Interest ke alamat surat elektronik resmi organisasi tersebut.

Melalui inisiatif ini, FAO berharap dapat membangun struktur kolaborasi kelembagaan yang lebih kuat untuk mempercepat implementasi solusi kehutanan berkelanjutan dan memperluas dampak aksi iklim berbasis hutan di tingkat global.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles