Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan pertemuan bilateral dengan Executive Director International Tropical Timber Organization (ITTO), Sheam Satkuru, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Selasa (12/5/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama pengelolaan hutan lestari, peningkatan daya saing produk kayu tropis, hingga penguatan sistem legalitas kayu Indonesia di pasar internasional.
Dalam pertemuan itu, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola kehutanan berkelanjutan melalui pengembangan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK+) yang terintegrasi dengan teknologi geotagging. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan transparansi dan ketertelusuran rantai pasok hasil hutan dari tingkat produksi hingga distribusi akhir.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia ingin memastikan bahwa seluruh produk kehutanan nasional memiliki standar legalitas dan keberlanjutan yang diakui secara global.
“SVLK+ menjadi instrumen penting untuk menjamin bahwa produk kehutanan Indonesia berasal dari sumber yang legal dan dikelola secara berkelanjutan. Kami juga terus mendorong penguatan teknologi dan tata kelola agar sistem ini semakin kredibel di mata dunia,” ujar Raja Juli Antoni.
Selain itu, Indonesia juga meminta dukungan ITTO untuk memperluas pengakuan internasional terhadap SVLK+, khususnya di negara-negara konsumen utama produk kayu tropis. Pemerintah menilai pengakuan global tersebut akan memperkuat posisi produk kehutanan Indonesia di pasar internasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor kehutanan nasional.
Executive Director ITTO, Sheam Satkuru, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara anggota dengan kawasan hutan tropis terbesar di Asia dalam organisasi tersebut. ITTO juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program kehutanan Indonesia, termasuk rehabilitasi mangrove, pengelolaan gambut, konservasi hutan, dan pengembangan industri hasil hutan berkelanjutan.
“Indonesia merupakan mitra penting bagi ITTO dalam mendorong pengelolaan hutan tropis berkelanjutan. Kami siap melanjutkan dukungan melalui berbagai proyek dan kerja sama teknis,” kata Sheam Satkuru.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kehutanan turut mendorong peningkatan dukungan ITTO terhadap penguatan kapasitas industri kayu tropis Indonesia, termasuk melalui transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar global yang semakin menuntut standar keberlanjutan tinggi.
Pertemuan bilateral ini menjadi bagian dari diplomasi kehutanan Indonesia dalam rangkaian Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di New York. Pemerintah berharap kerja sama internasional di sektor kehutanan dapat memperkuat kontribusi Indonesia dalam aksi iklim global sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya hutan nasional.
***



