Dari Bandung Ke Arizona: Sinergi ITB, Arizona State University dan Arm Untuk Kedaulatan Semikonduktor Indonesia

Latest

- Advertisement -spot_img

Indonesia tengah merintis kerjasama pengembangan industri semikonduktor, dan kemitraan dengan Arizona State University (ASU) di Tempe, Arizona dan dengan Arm Technology, Phoenix – Arizona, untuk membangun ekosistem semikonduktor di Indonesia, termasuk kegiatan desain chip dan talenta, integrasi kurikulum dan program train-the-trainer untuk kegiatan assembly, testing dan packaging industri semikonduktor.

Hal ini disampaikan Duta Besar RI di Amerika Serikat, Indroyono Soesilo usai bertemu dengan pimpinan Arizona State University dan Arm Tech, di Tempe dan Phoenix, Arizona, Kamis 21 Mei 2031. 

Program rintisan kerjasama difokuskan pada penguatan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai pusat nasional desain chip dan talenta, didukung Arizona State University dan Arm Technology melalui integrasi kurikulum, accelerated Master Program, program dual-degree dan beragam riset di bidang semikonduktor.  

ASU memiliki ekosistem sangat kuat dalam pengembangan  industri semikonduktor di AS, sebagai implementator  Global CHIP Act, didukung industri semikonduktor global seperti TSMC, Intel, Microchip Technology dan Arm.  Ditambah lagi, ASU didukung perusahaan pertambangan Freeport-McMoran, yang bermarkas di Phoenix, Arizona dan telah 59 tahun beroperasi di Papua.  Diharapkan, melalui kerjasama ITB – ASU – Arm Tech ini maka industri semikonduktor Indonesia dapat melompat dari sekedar pengguna teknologi menjadi perancang dan pemilik nilai tambah di rantai pasok semikonduktor global.

Di level teknis, ITB telah meresmikan IC Design Center yang berfokus pada desain sirkuit terpadu (IC design) dan pengembangan SDM desain chip untuk menghasilkan microchips bagi berbagai aplikasi, mulai dari infrastruktur ICT hingga perangkat medis.

ITB juga terlibat dalam kajian hilirisasi material seperti silika menjadi wafer silikon yang relevan bagi industri photovoltaic dan semikonduktor nasional. Sementara ASU kuat di pendidikan dan ekosistem global, sementara Arm menguasai Intelectual Property (IP) desain prosesor.  Kesemuanya ini akan menjadikan ITB sebagai pusat desain dan inovasi semikonduktor Indonesia.

Semikonduktor adalah bahan yang kemampuan menghantarkan listriknya berada di antara konduktor (seperti tembaga) dan isolator (seperti kaca). Mereka dipakai untuk membuat chip, prosesor, memori, sensor, hingga panel surya yang menjadi “otak” semua perangkat digital modern.

Industri semikonduktor global bernilai ratusan miliar dolar dan diproyeksikan tembus 1 triliun dolar pada 2030. Di Arizona, miliaran dolar investasi federal dan swasta mengalir untuk pabrik chip sehingga negara bagian ini jadi salah satu pusat manufaktur chip utama di AS. Indonesia sendiri belum jadi produsen besar, tapi pasar semikonduktor domestiknya diproyeksikan sekitar 2,79 miliar dolar pada 2025 dan punya potensi besar di rantai pasok, terutama perakitan dan pengujian chip, berkat pasar yang besar, tenaga kerja, dan lokasi strategis.
****

- Advertisement -spot_img

More Articles