Selasa, 20 Januari 2026

Universitas Indonesia Gelar Kuliah Tamu Bahas Sistem Sosial-Lingkungan

Latest

- Advertisement -spot_img

Universitas Indonesia (UI) melalui Sekolah Ilmu Lingkungan mengadakan kuliah tamu bertema “How to Make a Future Vision of Human Environmental-Social System: A Case of Local Agricultural Business in Central Kalimantan” pada Selasa, 26 Agustus 2025 di Gedung IASTH UI lantai 5.

Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya memperluas kolaborasi lintas ilmu untuk menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

“Kami berharap forum ini dapat membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai keterkaitan antara manusia, lingkungan, dan sistem sosial, sehingga lahir gagasan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu sekaligus praktik nyata di lapangan,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Takahiro Ota, Associate Professor Graduate School of Human Sciences dari Osaka University, yang dikenal dengan kajian tentang sistem sosial-ekologis dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia.

Dalam paparannya, Ota menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak dapat dipandang hanya dari sisi ekonomi atau lingkungan semata, melainkan sebagai satu kesatuan sistem.

“Kita hidup di dunia yang penuh ketidakpastian dan perubahan cepat. Karena itu, kita perlu melihat masyarakat dan lingkungan sebagai satu sistem sosial-ekologis yang terintegrasi,” jelasnya.

Ia mencontohkan praktik bisnis lokal di Kalimantan Tengah, seperti produksi sarang burung walet dan madu lebah kelulut, yang mencerminkan keterhubungan erat antara manusia, hewan, dan lingkungan.

“Industri seperti ini menunjukkan bahwa manusia tidak hanya menciptakan lingkungan buatan untuk hewan, tetapi juga sangat bergantung pada kondisi alam sekitarnya. Ini adalah wujud nyata bagaimana faktor sosial, ekonomi, dan etika berinteraksi dengan keberlanjutan ekologi,” kata Ota.

Lebih lanjut, Ota menekankan pentingnya system thinking dalam memahami masalah lingkungan yang kompleks. Ia menyoroti bahwa faktor individu, seperti motivasi bisnis, etika terhadap hewan, serta sikap menghadapi risiko perubahan iklim, berperan besar dalam membentuk sistem sosial-lingkungan.

“Pertanyaannya adalah, nilai dan sikap seperti apa yang harus kita kembangkan untuk menuju masa depan koeksistensi yang lebih baik?” ujarnya.

Isu yang diangkat dalam kuliah tamu ini sejalan dengan tantangan lingkungan yang kian nyata, mulai dari kebakaran hutan, degradasi lahan gambut, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan di berbagai daerah.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran akademisi dan riset interdisipliner dalam menemukan solusi yang mampu menghubungkan aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi secara utuh.

Prof. Supriatna menegaskan harapannya agar kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya gagasan baru. “Kuliah tamu ini memberi gambaran bagaimana ilmu pengetahuan dapat bersentuhan langsung dengan praktik di masyarakat. Harapan kami, mahasiswa dan peneliti UI semakin terdorong untuk mengembangkan riset yang relevan, sekaligus menjawab tantangan global melalui solusi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai penutup acara, Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Dr. Takahiro Ota atas kontribusinya sebagai narasumber. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ir. Maureen Pomsar Lumban Toruan, M.M., Wakil Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles