Rabu, 24 April 2024

Praktik Pengelolaan Hutan Lestari, Keanekaragaman Hayati di PBPH Meningkat

Latest

- Advertisement -spot_img

Praktik pengelolaan hutan lestari dalam skala bentang alam yang diterapkan oleh perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) terbukti bisa mendukung peningkatan keanekaragaman hayati.

Hal itu terlihat pada peningkatan kepadatan orang utan di dua PBPH yang ada di Kalimantan Timur yaitu PT Gunung Gajah Abadi dan PT Karya Lestari.

“Diperkirakan ada kenaikan nilai kepadatan orang utan di kawasan PT Gunung Gajah Abadi dan PT Karya Lestari dibandingkan baseline dari empat tahun lalu,” ujar Spesialis Konservasi Spesies Terancam Punah Yayasan Konservasi Alam Nasional (YKAN), Arif Rifqi dalam keterangannya dikutip, Minggu 5 Maret 2023.

Capaian berupa peningkatan kepadatan orang utan ini dibahas pada “Lokakarya Pembelajaran Pengelolaan Keanekaragaman Hayati pada Konsesi PBPH Alam di Bentang Alam Wehea-Kelay”, di Samarinda, 1 Maret 2023.

Arif menuturkan kepadatan populasi orang utan meningkat 17 persen di konsesi hutan Gunung Gajah Abadi dan sebesar 46 persen pada konsesi hutan Karya Lestari.

Pemantauan orang utan itu menggunakan metode penghitungan jumlah sarang pada transek tegak lurus (line transect). Total pemantauan sebanyak 33 jalur yang tersegmentasi dengan jarak antar-jalur empat kilometer yang mewakili luas wilayah kajian tersebut.

Area kelola hutan yang dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut adalah tempat pemantauan populasi dan orang utan di Bentang Alam Wehea-Kelay.

“Dengan menerapkan prinsip pengelolaan hutan lestari, kami berhasil mengurangi dampak negatif penebangan dan mempertahankan kelestarian flora dan fauna di dalam Kawasan,” ujar Direktur Utama PT Gunung Gajah Abadi, Totok Suripto

PT Gunung Gajah Abadi mengelola wilayah seluas 74 ribu hektare di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Perusahaan ini telah mendapatkan sertifikat pengelolaan hutan lestari; baik di tingkat nasional, yaitu sertifikat Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, maupun di tingkat global dengan sertifikasi dari Forest Stewardship Council.

Untuk operasional perusahaan, PT Gunung Gajah Abadi menerapkan metode pembalakan rendah emisi (Reduced Impact Logging-Carbon), praktik kelola ekologi, dan kelola sosial.

Kawasan konsesi PT Gunung Gajah Abadi merupakan bagian dari Pengelolaan Bentang Alam Wehea-Kelay seluas 532 ribu hektare, yang memiliki kawasan bernilai konservasi tinggi.

Ketua Komisi Daerah Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Kalimantan Timur Asrul Anwar mengatakan pengelolaan hutan produksi tidak terlepas dari sisi ekologi berupa keanekaragaman hayati.

APHI berencana untuk membuat kegiatan dan riset keanekaragaman hayati di seluruh regional, sehingga asosiasi akan memiliki informasi yang menyeluruh dan lengkap.

“Kami berharap Kalimantan Timur bisa menjadi percontohan nasional,” ucap Asrul. ***

More Articles