Anak Gajah Sumatera Lahir di Tesso Nilo, Tambah Harapan bagi Satwa Kritis

Latest

- Advertisement -spot_img

Seekor anak gajah Sumatera lahir di Camp Elephants Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, menambah harapan bagi upaya pelestarian satwa yang saat ini berstatus kritis atau terancam punah. Anak gajah berjenis kelamin betina tersebut lahir dalam kondisi sehat dan terus dipantau oleh tim konservasi untuk memastikan proses tumbuh kembangnya berjalan optimal.

Kelahiran anak gajah itu terdeteksi pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, Mahout atau pawang gajah Erwin Daulay sedang memindahkan gajah dari lokasi pengikatan menuju area penggembalaan. Sekitar satu kilometer dari Pos Jaga Resort Konservasi Gajah Sumatera, ia menemukan seekor bayi gajah yang baru lahir bersama ari-arinya.

Tim mahout segera melakukan pemeriksaan awal sebelum dilanjutkan oleh dokter hewan. Hasil observasi menunjukkan bayi gajah dalam kondisi baik, mampu berdiri, bergerak aktif, dan menyusu secara normal kepada induknya. Tim juga tidak menemukan adanya kelainan fisik pada anak gajah tersebut.

Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmatoro, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap induk dan anak gajah untuk memastikan kesehatan keduanya tetap terjaga selama masa pascamelahirkan.

“Induk gajah Ria dan bayi gajah kini terus dipantau tim dokter hewan untuk memastikan kesehatan keduanya tetap terjaga,” ujar Heru.

Anak gajah tersebut merupakan anak kelima yang dilahirkan oleh gajah betina bernama Ria. Seluruh keturunannya lahir di Camp Elephants Flying Squad TNTN dari proses perkembangbiakan alami dengan gajah liar. Sebelumnya, Ria telah melahirkan empat anak gajah yang diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang.

Kementerian Kehutanan menilai kelahiran ini menjadi indikator positif keberhasilan program konservasi gajah Sumatera yang dijalankan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). Dalam delapan tahun terakhir, Camp Elephants Flying Squad TNTN telah mencatat empat kelahiran anak gajah dari dua induk gajah jinak, yakni Lisa dan Ria.

Keberhasilan tersebut memperkuat peran Taman Nasional Tesso Nilo sebagai salah satu habitat penting bagi keberlangsungan populasi gajah Sumatera di alam. Kawasan ini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi perlindungan satwa, tetapi juga menjadi ruang yang mendukung proses reproduksi dan peningkatan populasi spesies langka tersebut.

Berdasarkan data konservasi internasional, sejak 2011 gajah Sumatera ditetapkan dalam kategori Critically Endangered (CR) atau terancam punah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Di Indonesia, satwa ini juga memperoleh perlindungan penuh berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan kelahiran terbaru ini, jumlah gajah yang berada di Camp Elephants Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo kini mencapai delapan ekor, terdiri atas tiga gajah dewasa, dua gajah remaja, dan tiga anak gajah.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kelahiran anak gajah tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat upaya perlindungan gajah Sumatera sekaligus menjaga ekosistem hutan yang menjadi habitat alaminya.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles