Pemerintah Indonesia dan Norwegia memperkuat kemitraan aksi iklim dengan meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat guna mendorong partisipasi publik dalam pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Peluncuran dilakukan di Jakarta pada Kamis, 12 Februari 2026, bersamaan dengan pertemuan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Pembangunan Internasional Norwegia, Asmund Aukrust.
Program Small Grant merupakan bagian dari skema pendanaan berbasis hasil atau Result-Based Contribution dalam kerja sama Indonesia–Norwegia di sektor Forestry and Other Land Use. Dana program disalurkan oleh Kementerian Kehutanan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk mendukung keterlibatan masyarakat dalam aksi mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa program ini memasuki periode keempat setelah sebelumnya berjalan dalam tiga tahap sejak diluncurkan kembali pada Agustus 2025.
“Hari ini, bersama Minister Asmund Aukrust, kami meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan yang telah memasuki periode keempat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung FOLU Net Sink 2030,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim dan pemanasan global semakin nyata, sementara waktu untuk melakukan mitigasi semakin terbatas. Karena itu, kolaborasi internasional dan pelibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.
“Atas nama Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Norwegia atas dukungan melalui mekanisme Result-Based Contribution. Kerja sama ini menunjukkan bahwa aksi nyata membutuhkan kemitraan yang konsisten dan saling percaya,” kata Raja Juli Antoni.
Hingga tiga periode pelaksanaan, program ini telah menyalurkan dana sebesar Rp19,31 miliar kepada 561 kelompok masyarakat dengan total 31.512 penerima manfaat di 36 provinsi. Penerima manfaat mencakup kelompok perhutanan sosial, generasi muda, komunitas konservasi, serta berbagai organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang lingkungan.
Menteri Asmund Aukrust menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam melibatkan masyarakat secara aktif dalam aksi iklim.
“Perubahan iklim adalah krisis paling global yang kita hadapi. Tidak ada satu negara pun yang dapat menyelesaikannya sendiri. Karena itu, kemitraan antara Norwegia dan Indonesia menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Norwegia telah memberikan kontribusi sebesar 216 juta dolar AS atas capaian Indonesia dalam menurunkan deforestasi, sebagai wujud dukungan terhadap komitmen bersama.
“Program small grant fase keempat ini memastikan dukungan sampai kepada masyarakat yang hidup paling dekat dengan hutan. Kami bangga dengan kemitraan ini dan menegaskan bahwa kita berada dalam perjuangan yang sama,” katanya.
Pada periode keempat, pengajuan proposal dibuka pada 12 hingga 19 Februari 2026 melalui laman layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id dengan proses pendaftaran yang lebih sederhana dan mudah diakses. Masyarakat dapat memilih tiga tema utama, yaitu FOLU Goes to School untuk pelibatan generasi muda, FOLU Terra untuk peningkatan kesejahteraan berbasis lingkungan, serta FOLU Biodiversity untuk pelestarian keanekaragaman hayati.
Melalui skema ini, pemerintah membuka ruang partisipasi publik yang lebih luas dalam mendukung agenda mitigasi perubahan iklim dan memperkuat kontribusi sektor kehutanan terhadap target FOLU Net Sink 2030.
***



