BP2SDM Percepat Transformasi, Target Jadi Orkestrator SDM Kehutanan Nasional pada 2027

Latest

- Advertisement -spot_img

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan mulai menyusun arah transformasi organisasi menuju 2027 melalui Workshop Penyusunan Skenario Transformasi BP2SDM menggunakan pendekatan Three Horizons Framework. Kegiatan yang berlangsung secara daring pada 1–2 Juli 2026 ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan sumber daya manusia kehutanan yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan sektor kehutanan di masa depan.

Workshop diikuti pimpinan BP2SDM, Sekretaris Badan, para Kepala Pusat, Kepala Balai P2SDM Wilayah, Kepala SMK Kehutanan Negeri, serta pejabat struktural eselon III dan IV. Forum tersebut menjadi wadah kolaborasi untuk menyusun langkah strategis sekaligus menyamakan persepsi seluruh unit kerja terhadap arah transformasi organisasi.

Kepala BP2SDM Kementerian Kehutanan, Indra Eksploitasia, mengatakan transformasi yang telah dijalankan selama hampir satu tahun terakhir harus menjadi pijakan untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia kehutanan secara berkelanjutan.

“Transformasi tidak boleh berhenti pada capaian yang telah diraih. Kita harus terus bergerak dari sekadar mengelola sumber daya manusia menuju pembangunan human capital yang benar-benar memberikan dampak bagi organisasi, masyarakat, dan sektor kehutanan,” ujar Indra.

Selama setahun terakhir, BP2SDM telah melakukan berbagai pembaruan, di antaranya pengembangan Corporate University, penerapan sistem merit, penguatan Assessment Center yang meraih akreditasi A, penguatan budaya organisasi, program Satu Balai Satu Inovasi, hingga perubahan peran BP2SDM dari sekadar supporting system menjadi core system dalam pengembangan SDM kehutanan.

Melalui pendekatan Three Horizons Framework, peserta memetakan tiga tahapan transformasi organisasi. Horizon pertama berfokus pada identifikasi sistem dan praktik yang masih relevan dipertahankan. Horizon kedua diarahkan untuk merancang berbagai inovasi sebagai jembatan menuju perubahan, sedangkan Horizon ketiga menggambarkan kondisi ideal BP2SDM sebagai organisasi modern yang adaptif dan berorientasi pada pembelajaran berkelanjutan.

Dalam diskusi, peserta menilai penguatan sistem merit, digitalisasi layanan, pengembangan teaching factory di SMK Kehutanan Negeri, peningkatan kapasitas pegawai, serta penguatan jejaring kerja merupakan fondasi penting yang perlu terus dikembangkan. Di saat yang sama, organisasi dinilai perlu mempercepat pembaruan kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter rimbawan, serta memastikan pengembangan SDM selaras dengan kebutuhan sektor kehutanan di lapangan.

Forum juga menghasilkan sejumlah rekomendasi inovasi pada fase transisi, antara lain implementasi Corporate University, pengembangan pembelajaran digital, integrasi sistem informasi dan data, penguatan knowledge management, transformasi penyuluhan kehutanan berbasis teknologi, hingga optimalisasi Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) sebagai pusat pembelajaran dan inovasi kehutanan.

Dalam visi transformasi menuju 2027, BP2SDM menargetkan diri menjadi orkestrator pengembangan SDM kehutanan nasional melalui sistem data yang terintegrasi, budaya belajar berbasis Corporate University, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), serta pengelolaan KHDTK sebagai center of excellence kehutanan.

Hasil workshop selanjutnya akan dibahas bersama pimpinan BP2SDM untuk menetapkan prioritas kebijakan, kebutuhan regulasi, serta tahapan implementasi yang akan dituangkan dalam Dokumen Skenario Transformasi BP2SDM 2027 sebagai acuan pengembangan SDM kehutanan Indonesia.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles