APHI Komda Kaltim Perketat Pengawasan Titik Panas, PBPH Diminta Responsif Cegah Karhutla Meluas

Latest

- Advertisement -spot_img

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komisariat Daerah Kalimantan Timur memperkuat kesiapsiagaan Karhutla Kaltim dengan mendorong seluruh Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) anggota aktif mencegah dan merespons kebakaran hutan dan lahan sejak dini selama musim kemarau 2026.

Ketua APHI Komda Kaltim Asrul Anwar mengatakan kesiapsiagaan tidak cukup dibangun setelah kebakaran terjadi. Menurutnya, pencegahan, pemantauan, deteksi dini, dan kesiapan sumber daya harus disiapkan sejak awal agar setiap potensi kebakaran dapat segera direspons di lapangan.

“Setiap PBPH harus memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pengendalian Karhutla di wilayah kerjanya masing-masing,” kata Asrul, dikutip Minggu (31/8/2026).

Surat Edaran Diterbitkan Sejak April, Antisipasi El Nino

Langkah kesiapsiagaan itu sudah dimulai APHI Komda Kaltim sejak 17 April 2026 melalui Surat Nomor 040/SI/Komda Kaltim-APHI/PUK/IV/2026 tentang Antisipasi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan Menghadapi El Nino Tahun 2026. Surat tersebut terbit merespons prediksi BMKG soal potensi berkembangnya fenomena El Nino mulai Mei 2026 yang berisiko membuat sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan Timur, lebih kering dari biasanya.

Melalui surat itu, APHI Komda Kaltim meminta seluruh PBPH anggota meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di areal dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi. PBPH diwajibkan memastikan kesiapan peralatan pemadaman, sumber air, menara pantau, dan sistem deteksi dini, sekaligus mengaktifkan Regu Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (RPK) beserta personel dan sistem komando lapangannya.

Selain kesiapan internal, PBPH juga didorong meningkatkan patroli terpadu, memperkuat koordinasi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan instansi terkait, serta menyosialisasikan bahaya dan larangan membakar lahan kepada masyarakat di sekitar areal kerja. Seluruh kesiapsiagaan itu wajib dilaporkan ke APHI Komda Kaltim sebelum memasuki puncak musim kemarau.

Deteksi Dini Titik Panas Dilakukan Setiap Hari

Di luar surat edaran, APHI Komda Kaltim menjalankan early warning harian kepada PBPH anggota berupa informasi titik panas atau hotspot yang terdeteksi satelit melalui portal SIPONGI, baik di sekitar maupun di dalam wilayah kerja masing-masing perusahaan.

Informasi tersebut menjadi dasar bagi PBPH untuk segera melakukan pengecekan lapangan, guna memastikan apakah titik panas yang terdeteksi hanya anomali panas biasa atau sudah berkembang menjadi titik api atau firespot. Jika hasil pengecekan menunjukkan adanya kebakaran, PBPH diharuskan segera memadamkan sesuai prosedur dan melaporkannya kepada pihak terkait.

Pola kerja ini dirancang untuk memperpendek jarak antara deteksi, verifikasi, pelaporan, dan tindakan di lapangan, sehingga potensi kebakaran bisa dikendalikan sedini mungkin.

PT Surya Hutani Jaya Turun Tangan Padamkan Kebakaran di Muara Bengkal

Kesiapsiagaan PBPH anggota APHI Komda Kaltim juga terlihat dari keterlibatan langsung di lapangan, termasuk saat kebakaran terjadi di luar areal kerja perusahaan. PT Surya Hutani Jaya (SRH), misalnya, rutin menggelar patroli terpadu dan patroli gabungan bersama pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, serta membina Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk edukasi, pemantauan, dan pelaporan dini di tingkat warga.

Sepanjang 2026, PT SRH turut mendukung sosialisasi pencegahan Karhutla di Kecamatan Muara Bengkal, Sebulu, dan Muara Kaman yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, dan aparat keamanan.

Puncaknya, pada 16 Agustus 2026, saat kebakaran menghanguskan 14 rumah di RT 04 Desa Muara Bengkal Ulu, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, PT SRH menurunkan 12 personel RPK lengkap dengan peralatan untuk bergabung bersama tim pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran Muara Bengkal, Dinas Pemadam Kebakaran Muara Ancalong, dan warga setempat.

PT Balikpapan Wana Lestari Kerahkan Alat Berat di Penajam Paser Utara

Dukungan serupa juga datang dari PT Balikpapan Wana Lestari (BWL) dalam penanganan Karhutla di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Berdasarkan laporan PUSDALOPS BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, kebakaran yang terjadi pada 19 Agustus 2026 itu membakar lahan seluas sekitar 10,65 hektare berupa lahan mineral, semak belukar, pepohonan, dan tumpukan kayu besar.

Pada penanganan hari ketiga, 21 Agustus 2026, tim gabungan masih memadamkan bara api di tumpukan kayu serta mendinginkan titik-titik asap yang masih terpantau menggunakan sejumlah mesin portable. PT BWL mengerahkan satu unit backhoe loader untuk membuka akses menuju lokasi sekaligus mengurai tumpukan kayu yang masih terbakar, sehingga pemadaman dan pendinginan bisa berjalan lebih efektif.

Operasi itu melibatkan BPBD PPU, KPHP Bongan, Brigade Karlabun Dinas Pertanian, PT Balikpapan Wana Lestari, KTPA Kelurahan Sepan, Lurah Sepan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Tim masih menemukan sejumlah titik asap dari area bawah tanah yang bercampur sisa material pembakaran kayu dan kayu lapuk, sehingga pengecekan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

APHI: Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor

APHI Komda Kaltim menegaskan pencegahan dan penanggulangan Karhutla tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai memiliki peran yang saling melengkapi, terutama menghadapi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Pengalaman penanganan di lapangan, termasuk keterlibatan PT SRH dan PT BWL, menunjukkan bahwa koordinasi dan dukungan sumber daya antarunsur mempercepat penanganan Karhutla. Personel, kendaraan, mesin pemadam, alat berat, akses menuju lokasi, hingga dukungan masyarakat saling melengkapi ketika digerakkan dalam satu koordinasi.

Hal ini sejalan dengan arahan Kapolda Kalimantan Timur yang menekankan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran permukiman membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas sektoral, bukan hanya mengandalkan satu instansi.

APHI Komda Kaltim menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dan sistem peringatan dini bersama PBPH anggota, agar setiap informasi hotspot mendapat perhatian dan tindak lanjut cepat di lapangan. Dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini, dukungan sumber daya PBPH, patroli konsisten, keterlibatan masyarakat, serta koordinasi lintas sektor, APHI Komda Kaltim berharap risiko Karhutla di Kalimantan Timur dapat ditekan dan setiap kejadian ditangani cepat, tepat, dan terkoordinasi.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles