Selasa, 7 April 2026

Dorong Perhutanan Sosial, Kemenhut Gandeng AFoCO Kembangkan Skema Karbon

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia memperkuat kerja sama strategis dengan Asia Forest Cooperation Organization dalam pengembangan proyek karbon, rehabilitasi lahan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis kehutanan melalui pertemuan bilateral yang berlangsung di Seoul pada 1 April 2026. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi hijau Indonesia dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Republik Korea.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bertemu langsung dengan Direktur Eksekutif AFoCO Park Chongho untuk membahas penguatan kolaborasi di sektor kehutanan yang berkelanjutan. Kedua pihak sepakat bahwa kerja sama ini penting untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya hutan.

AFoCO mengapresiasi kontribusi aktif Indonesia sejak bergabung pada 2019 dan menilai keterlibatan tersebut telah meningkatkan posisi strategis Indonesia dalam kerja sama kehutanan regional. Dalam pertemuan tersebut, AFoCO juga menyoroti peluang besar pengembangan proyek karbon di Indonesia yang mencakup kawasan perhutanan sosial, taman nasional, hingga area konsesi.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan proyek karbon, terutama dengan dukungan skema pembiayaan inovatif seperti blended finance yang saat ini tengah kami kembangkan,” ujar Park Chongho. Ia menambahkan bahwa status AFoCO sebagai entitas terakreditasi pada Green Climate Fund membuka akses pendanaan internasional yang lebih luas untuk proyek-proyek kehutanan berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Raja Juli Antoni menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan inklusif. “Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya melalui perhutanan sosial dan pengembangan proyek karbon,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan langkah konkret berupa penempatan perwakilan tetap Kementerian Kehutanan di kantor pusat AFoCO guna memperkuat koordinasi dan mempercepat implementasi program kerja sama. Selain itu, Indonesia mengundang AFoCO untuk terlibat dalam pengelolaan target hutan adat seluas 1,4 juta hektare dalam lima tahun ke depan, termasuk mendukung peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengakses pembiayaan dan pendampingan teknis.

Pertemuan ini turut membahas peluang pengembangan agroforestry carbon project di kawasan Asia Pasifik yang didukung oleh lembaga keuangan internasional, serta potensi replikasi program tersebut di Indonesia. Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam mempercepat rehabilitasi lahan terdegradasi dan memperkuat ketahanan ekosistem.

Kerja sama antara Indonesia dan AFoCO ini diharapkan dapat menjadi model kemitraan internasional yang mampu mengintegrasikan tujuan konservasi, mitigasi perubahan iklim, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles