Jumat, 2 Januari 2026

Wakil Menteri Kehutanan Tinjau Kesiapsiagaan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan

Latest

- Advertisement -spot_img

Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Sidiq meninjau langsung kesiapsiagaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.

Dalam peninjauan yang berlangsung Sabtu (14/5/2025) tersebut Wakil Menteri Kehutanan yang didampingi Gubernur Jambi, Al Haris, meninjau wilayah operasional PT Wirakarya Sakti (WKS), unit usaha APP Group.

Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau langsung sejumlah fasilitas strategis pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang dimiliki PT WKS.

Fasilitas tersebut antara lain infrastruktur water intake di Desa Rukam, situation room pemantauan hotspot 24 jam, menara pemantau kebakaran, sarana dan prasarana pemadaman, serta pusat persemaian bibit (nursery).

Rombongan juga menyaksikan simulasi operasional water intake dan diskusi teknis seputar strategi pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan.

“Program water intake (PT WKS) itu sangat bagus. Tadi ada beberapa contoh pompa besar yang digunakan untuk pengendalian pencegahan. Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun kesadaran masyarakat dan memberikan edukasi, bahwa betapa bahayanya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Wakil Menteri Kehutanan RI, Sulaiman Umar Sidiq, saat meninjau fasilitas lapangan seperti disampaikan dalam siaran resminya.

Gubernur Jambi, Al Haris, juga menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi WKS dalam memanfaatkan lahan gambut yang sebelumnya rawan terbakar menjadi area yang produktif.

“Paling tidak, lahan-lahan gambut yang tadinya tidak terpakai dan potensi tinggi kebakaran ini menjadi produktif,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari komitmennya, APP Group melalui PT WKS menerapkan pendekatan Integrated Fire Management (IFM) yang mencakup pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respons cepat.

Di Jambi, WKS telah menyiagakan 614 personel regu pemadam kebakaran (RPK), 21 anggota tim reaksi cepat (TRC), serta 100 relawan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Fasilitas pendukung termasuk helikopter water bombing, perahu amfibi, pompa bertekanan tinggi, serta teknologi pemantauan satelit dan drone juga telah diaktifkan untuk menghadapi musim kemarau 2025.

“Melalui pendekatan terpadu dan berbasis teknologi, kami berupaya menjaga ekosistem sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar hutan,” ujar Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata.

Selain aspek teknis di lapangan, APP Group melalui PT WKS memperkuat upaya mitigasi kebakaran melalui kerja sama dengan BMKG dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Nota kesepahaman (MoU) tersebut ditandatangani pada 11 Juni lalu di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, dan segera diikuti dengan rencana penyemaian awan selama 10 hari menjelang musim kemarau di wilayah Jambi dan Sumatera Selatan.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai langkah antisipatif untuk menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sejalan dengan komitmen APP Group dalam Sustainability Roadmap Vision 2030. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles