Rabu, 17 Desember 2025

Indonesia Tekankan Harmonisasi Kebijakan Nasional dalam Pembentukan TFFF dan TFIF

Latest

- Advertisement -spot_img

Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan Iklim, Haruni Krisnawati, mewakili Kementerian Kehutanan menghadiri TFFF Informal Meeting: Exchange Initial Views on the Forthcoming Steps Related to the Establishment of both the TFFF and the Tropical Forest Investment Fund (TFIF) yang digelar di Blue Zone, Belém, Brasil, Jumat (14/11/2025).

Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut rencana pembentukan Tropical Forest Finance Facility (TFFF) dan Tropical Forest Investment Fund (TFIF) setelah peluncuran resmi pada 6 November 2025.

Pertemuan ini dihadiri perwakilan dari Brasil, Indonesia, Jerman, Norwegia, dan Prancis, dan menjadi forum awal untuk menyampaikan pandangan terkait struktur, tata kelola, dan langkah operasional kedua mekanisme pendanaan global tersebut.

Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Brasil sebagai penggagas TFFF dan menilai inisiatif ini sebagai upaya penting untuk menghimpun pendanaan perlindungan hutan tropis secara berkelanjutan.

Indonesia menegaskan bahwa pembentukan TFFF dan TFIF perlu mengutamakan keselarasan dengan prioritas nasional serta arsitektur iklim yang telah ada. Pemerintah menilai bahwa mekanisme pendanaan yang dibangun harus efektif, harmonis dengan kebijakan domestik, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi perlindungan hutan tropis di setiap negara peserta.

Dalam forum tersebut, Indonesia menjelaskan bahwa koordinasi internal lintas kementerian saat ini sedang berlangsung, dipimpin oleh kementerian koordinator. Diskusi ini bertujuan memastikan tata kelola dan struktur kelembagaan TFFF disesuaikan dengan kepentingan nasional, menghindari tumpang tindih dengan lembaga yang sudah ada, serta memberikan kejelasan peran dan tanggung jawab institusi pelaksana.

Indonesia juga menekankan bahwa negara telah memiliki Sistem Monitoring Hutan Nasional (SIMONTANA) sebagai basis pemantauan hutan tropis.

Pemerintah terus memperkuat keselarasan metodologis terkait definisi, sumber data, pelaporan, transparansi, dan verifikasi agar sejalan dengan mekanisme TFFF serta memenuhi kriteria kelayakan yang ditetapkan.

Indonesia menyampaikan kesiapan untuk melanjutkan dialog dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh mitra internasional dalam mematangkan desain TFFF dan TFIF.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa inisiatif global ini memberikan dampak langsung bagi perlindungan hutan tropis sekaligus tetap selaras dengan sistem nasional.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles