Rabu, 24 April 2024

Furnitur Asia, Produsen Bikin Inisiatif Pemanfaatan Bambu untuk Gantikan Plastik

Latest

- Advertisement -spot_img

Produsen furnitur Asia membuat inisiatif untuk mendorong pemanfaatan bambu untuk menggantikan plastik sebagai bahan baku pembuatan produknya.

Hal ini selaras dengan semakin tren semakin tingginya permintaan akan produk furnitur yang ramah lingkungan.

Inisiatif untuk memanfaatkan bambu sebagai subtitusi plastik menjadi salah satu yang dibahas pada rapat umum tahunan Dewan Asosiasi Furnitur Asia (CAFA) yang ke-25.

_________

Pertemuan digelar di Tangerang, 27-28 Februari yang diikuti oleh 32 delegasi anggota CAFA yang berasal dari 10 negara. Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) menjadi host pada pertemuan tersebut.

Konferensi CAFA dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang menyampaikan sambutannya melalui video tapping.

Dalam sambutannya Ketua Umum ASMINDO Dedy Rochimat menyatakan Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat pengembangan dan produksi furnitur dunia.

Indonesia mempunyai kekayaan alam yang berlimpah yang tersebar di 17 ribu pulau, terutama terkait dengan bahan baku industri furnitur yang berkelanjutan, budaya yang sangat kaya, keunikan desain furnitur berbasis kearifan lokal dan didukung dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.

Potensi ini perlu terus dikembangkan, bersinergi dengan semua pemangku kepentingan di dalam negeri, dan kolaborasi internasional yang saling menguntungkan.

“Indonesia merupakan penghasil rotan terbesar dan terbaik di dunia, serta menjadi salah satu negara dengan kekayaan bambu terbesar ketiga di dunia,” katanya.

Semua potensi ini, perlu segera dimanfaatkan dan dikembangkan, sehingga dapat berkontribusi positif guna meningkatkan kontribusi industri furnitur untuk menghasilkan devisa negara dan kesejahteraan masyarakat.

Dia melanjutkan, pesatnya pembangunan infrastruktur, diikuti dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan furnitur, khususnya furnitur ramah lingkungan.

Hal ini mengingat semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, maka ke depan tren furnitur dunia mengarah pada furnitur ramah lingkungan, sehingga permintaan akan furnitur ramah lingkungan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Pertumbuhan permintaan terhadap furnitur ramah lingkungan mencapai 8,6%, dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan terhadap furnitur secara keseluruhan, yang hanya 4,3%. Permintaan furnitur ramah lingkungan diperkirakan mencapai 51,02 miliar dolar AS pada tahun 2022.

Meskipun angka ini baru mencapai 6,7% dibandingkan dengan permintaan furnitur secara keseluruhan, yakni sebesar 766 miliar dolar AS, namun pada tahun 2060, permintaan furnitur ramah lingkungan diperkirakan mencapai lebih dari 25% dari keseluruhan permintaan furnitur.

Kawasan Asia menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar furnitur. Permintaan furnitur ramah lingkungan di kawasan Asia tumbuh 10% per tahun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pasar furnitur secara keseluruhan yaitu 8,18% per tahun.

Permintaan furnitur di Kawasan Asia diperkirakan mencapai 179,20 miliar dolar AS pada tahun 2024, dan 9,37 miliar dolar AS (atau 5,23%) diantaranya disumbang oleh permintaan akan furnitur ramah lingkungan.

Pertumbuhan permintaan furnitur ramah lingkungan yang relatif tinggi ini adalah peluang besar yang harus kita respon secara bersama-sama, dengan membuat pusat-pusat riset dan produksi furnitur ramah lingkungan di kawasan-kawasan industri, termasuk kawasan industri di Indonesia.

“Kita perlu menyusun target bersama, dan menyusun langkah-langkah kerja nyata untuk menghasilkan nilai ekspor furnitur dan kerajinan ke pasar global sebesar 1% dari pasar dunia atau sekitar 7 miliar USD per tahun pada beberapa tahun mendatang,” katanya.

Kata kuncinya adalah sinergi dan kolaborasi semua stakeholder, baik kementerian terkait, industri furnitur dan kerajinan, penghasil bahan baku, desainer dan lembaga pendidikan yang menghasilkan SDM Unggul di bidang furnitur dan kerajinan.

Dalam rangka pemanfaatan bambu dan rotan sebagai bahan utama, maka para delegasi CAFA menandatangani sebuah kesepakatan/inisiatif mengenai “Bamboo as Substitute for Plastics in Asia”, dan secara khusus, ASMINDO melakukan penandatanganan MoU dengan China National Furniture Association (CNFA). ***

More Articles