Senin, 15 Juli 2024

LightwoodHub Promosikan Penggunaan Kayu Ringan untuk Konstruksi Bangunan, Kuat dan Ramah Lingkungan

Latest

- Advertisement -spot_img

Para pemangku kepentingan yang berasal dari industri, akademisi, dan organisasi meluncurkan LightwoodHub sebagai upaya untuk mempromosikan penggunaan kayu ringan dalam kegiatan konstruksi bangunan.

Adam Themessl dari LighwoodHub menjelaskan kayu ringan yang direkayasa dengan memanfaatkan teknologi memiliki kekuatan yang mumpuni untuk berbagai kebutuhan konstruksi, indah, sekaligus ramah lingkungan.

“Pohon penghasil kayu ringan tumbuh dengan cepat dan bisa diproduksi di hutan tanaman yang dikelola secara berkelanjutan. Jadi kita tidak harus mengambil kayu dari hutan alam untuk kebutuhan konstruksi,” katanya saat peluncuran LightwoodHub di Jakarta, Kamis, 11 Mei 2023.

Salah satu yang menginisiasi LightwoodHub adalah raksasa industri kayu asal Austria Hasslacher Group.

Perusahaan yang sudah beroperasi sejak tahun 1901 itu menghasilkan berbagai produk kayu ringan hasil rekayasa industri mulai dari kayu gergajian, laminated timber, cross-laminated timber, hingga glued laminated timber.

Chief Operating Officer Hasslacher Group Herwig Kohla menyatakan kayu adalah produk ramah lingkungan karena bisa dimanfaatkan tanpa tersisa.

“Bahkan serbuk gergajian bisa kami manfaatkan untuk memproduksi pelet dan menghasilkan listrik berkelanjutan,” katanya.

Dia juga mengingatkan, kayu menyimpan karbon yang diserap saat pohon berfotosintesis. Jika kayu tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi, maka selama itu pula cadangan karbon tetap tersimpan yang berarti berdampak positif sebagai aksi pengendalian perubahan iklim.

Kohla menyatakan, saat ini tren pemanfaatan kayu ringan untuk konstruksi bangunan semakin meningkat. Contohnya adalah gedung Tianfu Agricultural Expo di China dan kantor pusat Google di Inggris.

Kehadiran perusahaan Austria untuk mempromosikan kayu ringan di Indonesia mendapat dukungan langsung dari Kedutaan Besar Austria di Jakarta.

Duta Besar Austria untuk Indonesia Thomas Loidl menyatakan pihaknya mendorong lebih banyak kerja sama dengan semua pemangku kepentingan di Indonesia dalam hal transfer teknologi ramah lingkungan.

“Bagi kami di kedutaan, rasanya menyenangkan melihat bahwa kami bisa membawa keahlian dan pengetahuan dari Austria ke sini,” kata dia.

Dubes Loidl mengatakan bahwa institusi dan perusahaan Austria memiliki keahlian dan pengetahuan yang luar biasa terkait teknologi ramah lingkungan.

Menurut dia, minat Indonesia untuk menghadirkan teknologi ramah lingkungan dari Austria sangat besar, dan ketertarikan itu pernah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

“Dia (Menlu Retno) tahu bahwa Austria memiliki banyak keahlian dalam hal teknologi lingkungan dan secara eksplisit meminta saya untuk bekerja dengan institusi dan perusahaan Indonesia,” katanya.

Sementara itu Presiden Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Budi Yulianto menyatakan pihaknya siap untuk turut mempromosikan penggunaan kayu ringan dalam konstruksi bangunan.

Budi menjelaskan pemanfaatan kayu dalam arsitektur bangunan sesungguhnya merupakan budaya di Indonesia. Selain faktor keindahan pemanfaatan bahan kayu dalam arsitektur bangunan tradisional Indonesia adalah kearifan lokal untuk mitigasi potensi bencana di Indonesia.

Budi mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara “Supermarket Bencana” dimana berbagai jenis bencana alam mulai dari banjir, longsor, hingga gempa bumi kerap terjadi.

“Kita harus membangun kembali kesadaran akan arsitektur berbahan kayu dengan berkolaborasi mulai dari pendidikan, melakukan promosi, advokasi, hingga melakukan inovasi,” katanya. ***

More Articles