Pemerintah Bhutan secara resmi menyetujui Strategi dan Rencana Aksi Agroforestri Nasional pertama untuk periode 2026–2035 sebagai kerangka kebijakan nasional dalam mengintegrasikan pohon, tanaman pangan, dan ternak ke dalam pengelolaan lahan berkelanjutan.
Strategi tersebut disusun di bawah kepemimpinan Departemen Kehutanan dan Layanan Taman Nasional, Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam Bhutan.
Dokumen kebijakan ini dirancang untuk diterapkan di seluruh zona agroekologi dan bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan gizi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, memperkuat ketahanan iklim, serta mendukung konservasi keanekaragaman hayati.
Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF) memberikan dukungan teknis dalam proses penyusunan strategi, termasuk kontribusi bukti ilmiah, pengalaman internasional, dan panduan kebijakan agar strategi tersebut dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat nasional.
“Persetujuan strategi ini mencerminkan komitmen Bhutan dalam mengelola lahan secara berkelanjutan dengan menyeimbangkan kebutuhan pembangunan, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar perwakilan Departemen Kehutanan dan Layanan Taman Nasional.
Ia menegaskan bahwa agroforestri menjadi pendekatan penting untuk diversifikasi produksi sekaligus pemulihan ekosistem.
Strategi 10 tahun ini menekankan pengembangan sistem agroforestri cerdas iklim untuk memulihkan lahan terdegradasi dan meningkatkan ketahanan terhadap risiko perubahan iklim. Selain itu, kebijakan ini mendorong sistem pertanian berbasis pohon yang terdiversifikasi guna memperkuat ketahanan pangan dan sumber pendapatan masyarakat pedesaan.
Penguatan koordinasi kelembagaan, skema pembiayaan, serta kerangka pemantauan dan evaluasi menjadi bagian penting dari strategi ini. Pemerintah Bhutan juga memprioritaskan pembangunan inklusif dengan memberikan perhatian khusus pada pengembangan usaha agroforestri yang dipimpin oleh perempuan dan generasi muda.
CIFOR-ICRAF menyatakan bahwa dukungan yang diberikan bertujuan menyelaraskan pengembangan agroforestri Bhutan dengan komitmen iklim dan keanekaragaman hayati global, sekaligus tetap sejalan dengan filosofi Gross National Happiness.
“Peran kami adalah menyediakan panduan berbasis sains dan pengalaman global agar agroforestri dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan relevan dengan konteks lokal Bhutan,” kata perwakilan CIFOR-ICRAF.
Strategi dan Rencana Aksi Agroforestri Nasional Bhutan akan dilaksanakan mulai Januari 2026 hingga Desember 2035 dan dirancang untuk melengkapi rencana pembangunan nasional, kebijakan kehutanan, serta strategi iklim yang telah ada.
Dalam perkembangan terkait, CIFOR-ICRAF dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam Bhutan dijadwalkan menandatangani Nota Kesepahaman pada Januari 2026. Kerja sama tersebut akan memperkuat kolaborasi dalam bidang riset, pengembangan kapasitas, dan dukungan teknis untuk memperluas penerapan agroforestri sebagai pilar utama pengelolaan lahan berkelanjutan di Bhutan.
***



