Komisariat Daerah (KOMDA) Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Papua Barat dan Barat Daya mendorong penguatan kerja sama perusahaan kehutanan, masyarakat, dan aparat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk melalui sosialisasi yang dilakukan PT Multi Wahana Wijaya di Kabupaten Tambrauw.
Ketua KOMDA APHI Papua Barat dan Barat Daya Haryoto mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan kebakaran yang berkelanjutan, terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan kehutanan.
“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan kerja sama semua pihak. Perusahaan perlu membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan masyarakat dan aparat agar kepedulian bersama dapat diwujudkan menjadi langkah pencegahan yang nyata,” kata Haryoto.
Haryoto juga mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan oleh PT Multi Wahana Wijaya yang melibatkan masyarakat dan unsur kepolisian. Kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana memperkuat pemahaman mengenai risiko kebakaran sekaligus membangun hubungan yang mendukung koordinasi di lapangan.
Menurut Haryoto, masyarakat memiliki pengetahuan mengenai kondisi wilayah dan aktivitas di sekitar hutan. Pengetahuan tersebut dapat membantu mengenali potensi kebakaran sejak dini apabila didukung komunikasi dan mekanisme pelaporan yang mudah diakses.
“APHI mendorong perusahaan menjadikan sosialisasi sebagai bagian dari pembinaan masyarakat secara berkesinambungan. Semangat gotong royong perlu diperkuat karena menjaga hutan juga berarti melindungi keselamatan warga dan sumber penghidupan mereka,” ujar Haryoto.
Sementara itu, Manager PH PT Multi Wahana Wijaya Muhammad Tadeus mengatakan sosialisasi di Kabupaten Tambrauw menjadi sarana membangun pemahaman bersama tentang pencegahan kebakaran serta pentingnya koordinasi antara perusahaan, masyarakat, dan aparat.
Kegiatan yang didokumentasikan pada September 2026 tersebut mempertemukan unsur perusahaan, warga, dan kepolisian dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan hutan dan lingkungan sekitar.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin membangun pemahaman bahwa setiap pihak dapat berkontribusi dalam mencegah kebakaran. Komunikasi yang baik akan membantu informasi mengenai potensi bahaya disampaikan lebih cepat agar dapat segera ditindaklanjuti,” kata Tadeus.
Tadeus mengatakan kedekatan masyarakat dengan lingkungan tempat tinggalnya merupakan modal penting dalam mendukung pencegahan. Karena itu, pesan yang disampaikan perlu mudah dipahami serta berkaitan dengan perlindungan permukiman, kebun, dan hutan yang menopang kehidupan warga.
“Kami mengajak masyarakat menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan segera melaporkan apabila melihat asap atau api yang berpotensi membahayakan. Keselamatan warga harus tetap menjadi prioritas,” ujar Tadeus.
Tadeus menambahkan bahwa koordinasi dengan kepolisian dan pemangku kepentingan setempat perlu terus diperkuat agar informasi dari masyarakat dapat ditindaklanjuti secara tepat, sesuai peran dan kewenangan masing-masing.
Melalui sinergi APHI, perusahaan kehutanan, masyarakat, dan aparat, upaya pencegahan karhutla di Tambrauw diharapkan semakin kuat dan berkesinambungan. Sosialisasi menjadi langkah membangun kepedulian bersama untuk melindungi keselamatan warga, menjaga sumber penghidupan, dan mempertahankan kelestarian hutan.
***



