Akses layanan bagi masyarakat terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bagian penting dari upaya perlindungan warga. Dukungan tersebut membutuhkan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak agar masyarakat memperoleh bantuan yang diperlukan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Komisariat Daerah Kalimantan Tengah bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Tengah menyediakan layanan rumah singgah oksigen gratis bagi masyarakat terdampak kabut asap karhutla di Palangka Raya.
Ketua APHI Komda Kalimantan Tengah, Achwan, mengatakan layanan tersebut merupakan bentuk kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat yang menghadapi dampak kabut asap.
“Melalui rumah singgah oksigen ini, kami ingin membantu masyarakat terdampak kabut asap memperoleh akses layanan tanpa dipungut biaya. Kepedulian dunia usaha juga diwujudkan melalui dukungan langsung bagi warga yang membutuhkan,” katanya di Palangka Raya, [Minggu, 13 September 2026].
Rumah singgah oksigen tersebut berlokasi di Sekretariat Komda APHI Kalimantan Tengah, Jalan Beruk Angis Nomor 16, Palangka Raya. Layanan tersedia setiap hari pukul 09.00–16.00 WIB.
Menurut dia, kerja sama dengan LRB/MDMC Kalimantan Tengah menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas organisasi.
“Penanganan dampak karhutla membutuhkan semangat gotong royong. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap warga yang terdampak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan bagi masyarakat terdampak perlu berjalan bersama penguatan pencegahan dan pengendalian karhutla. Karena itu, anggota APHI diajak terus menjaga kesiapsiagaan serta memperkuat komunikasi dengan pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat.
“Rumah singgah oksigen ini merupakan bagian dari kontribusi bersama. Kami berharap kepedulian terhadap masyarakat terus diperkuat, seiring dengan upaya mencegah dan mengendalikan karhutla,” katanya.
Ia juga mendorong penyebarluasan informasi mengenai keberadaan rumah singgah oksigen agar masyarakat mengetahui lokasi, waktu operasional, dan saluran komunikasi layanan tersebut.
Masyarakat dapat menghubungi narahubung di nomor 0856-5128-7979 untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Informasi layanan juga dapat diakses melalui akun Instagram @aphi_komda_kalteng dan @mdmckalteng.
Sementara itu, ketua LRB/ MDMC Kalimantan Tengah, [Heru Setiawan], mengatakan kerja sama penyediaan rumah singgah oksigen merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat terdampak kabut asap karhutla.
“Kolaborasi dengan APHI Kalimantan Tengah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan bagi masyarakat terdampak kabut asap. Kami berharap keberadaan rumah singgah oksigen dapat membantu warga yang membutuhkan layanan tanpa dibebani biaya,” katanya.
Menurut dia, penanganan dampak karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan organisasi kemanusiaan. Dukungan fasilitas serta penyebarluasan informasi layanan menjadi bagian penting agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengapresiasi dukungan APHI Kalimantan Tengah dalam penyediaan rumah singgah oksigen ini. Semangat gotong royong perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperhatikan waktu operasional dan menghubungi narahubung yang tersedia guna memperoleh informasi mengenai layanan.
“Informasi mengenai lokasi, jam pelayanan, dan nomor yang dapat dihubungi perlu disebarluaskan. Dengan demikian, masyarakat mengetahui tempat untuk memperoleh bantuan dan dapat mengakses informasi layanan dengan lebih mudah,” katanya.
Kehadiran rumah singgah oksigen gratis tersebut diharapkan memperluas akses bantuan bagi masyarakat terdampak kabut asap serta memperkuat kolaborasi dunia usaha dan organisasi kemanusiaan dalam melindungi warga di Kalimantan Tengah (**).



