Komisariat Daerah Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (Komda APHI) Kalimantan Utara membagikan 250 paket berisi masker dan susu kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih menyelimuti Tanjung Selor.
Pembagian bantuan yang dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) sore tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan asap, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Ketua Komda APHI Kalimantan Utara Eddy Zulkarnaen mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi dunia usaha dalam mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang belum membaik.
“Sebanyak 250 paket berisi masker dan susu kami bagikan kepada masyarakat. Bantuan sederhana ini merupakan bentuk kepedulian APHI Kalimantan Utara terhadap warga yang terdampak kabut asap karhutla,” kata Eddy di Tanjung Selor, Kamis.
Menurut dia, penggunaan masker penting untuk membantu mengurangi paparan langsung terhadap partikel asap.
Selain membagikan bantuan, APHI Kalimantan Utara terus mendorong anggotanya meningkatkan kesiapsiagaan dalam pencegahan dan pengendalian karhutla melalui patroli, pemantauan titik panas, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
Menurut Eddy, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak karena dampak kebakaran dan kabut asap tidak mengenal batas wilayah administratif maupun areal kerja perusahaan.
Ia mengajak masyarakat tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada aparat atau petugas apabila menemukan asap, titik api, maupun indikasi kebakaran di lingkungannya.
“Karhutla merupakan persoalan bersama. Pencegahan harus diperkuat melalui kepedulian, pertukaran informasi, dan sinergi agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas,” kata Eddy.
Pembagian masker dan susu tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah munculnya kebakaran baru.
Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, aparat, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pengendalian karhutla berjalan efektif, kualitas udara segera membaik, dan kegiatan masyarakat serta pembelajaran di sekolah dapat kembali berlangsung secara normal.
***



