Teknologi Gasifikasi Batubara Kalori Rendah Jadi Fokus Baru Kerjasama Indonesia – Amerika Serikat

Latest

- Advertisement -spot_img

Pertemuan antara Dirjen Kawasan Amerika – Eropa Kemlu RI, Grata Endah Werdaningtyas, dengan Senator AS Kevin Cramer dari Negara Bagian North Dakota berlangsung pada 4 Agustus 2026 di Gedung Parlemen AS, Capitol Hill, Washington DC.  

Turut mendampingi Dirjen Grata dalam pertemuan ini adalah  Dubes RI untuk AS, Indroyono Soesilo.  Pertemuan membahas kerjasama antara Amerika Serikat dengan Indonesia, yang tidak hanya dengan Pemerintah Federal, namun juga dengan Pemerintah Negara-Negara Bagian, termasuk Negara Bagian North Dakota, utamanya untuk mendukung ketahanan pangan, kemadirian energi dan hilirisasi industri di tanah air. 

Pembahasan difokuskan pada rintisan kerja sama riset dan inovasi gasifikasi batubara kalori rendah antara BRIN dan University of North Dakota, khususnya melalui Energy and Environmental Research Center (EERC).

Inisiatif ini diarahkan untuk mendukung pengembangan kerja sama antara Danantara dan Latitude Energy Inc. dari AS dalam mendorong pemanfaatan batubara berkalori rendah sebagai alternatif bahan baku energi, termasuk untuk mendukung substitusi LPG.

Senator Kevin Cramer memiliki keterkaitan historis dalam penguatan ekosistem riset energi di North Dakota, termasuk peran negara bagian tersebut dalam pengembangan pusat kajian energi dan lingkungan di University of North Dakota.

Salah satu hasil kajian yang menonjol dari EERC adalah teknologi TRIG, yaitu Transport Integrated Gasification; teknologi ini dikenal sebagai pendekatan gasifikasi untuk memanfaatkan batubara berkalori rendah secara lebih efisien.

Indonesia memiliki cadangan batubara berkalori rendah yang besar, sehingga kerja sama riset seperti ini dinilai strategis untuk mendukung agenda kemandirian energi dan hilirisasi industri nasional.

Selain itu, penguatan kolaborasi dengan negara bagian seperti North Dakota menunjukkan bahwa hubungan Indonesia–Amerika Serikat kini berkembang tidak hanya di level federal, tetapi juga melalui jejaring subnasional yang konkret dan berbasis kepentingan bersama.

Dalam konteks yang lebih luas, hubungan Indonesia dengan North Dakota juga memiliki potensi pada sektor pertanian, terutama gandum, yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.

Keterkaitan antara energi, pangan, riset, teknologi dan inovasi memperlihatkan bahwa peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi fondasi utama bagi kerja sama yang berkelanjutan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles