Jumat, 2 Januari 2026

Presiden Prabowo Resmikan Pembangunan Industri Baterai Listrik Terintegrasi di Karawang

Latest

- Advertisement -spot_img

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat.

Proyek ini merupakan kerja sama strategis antara konsorsium ANTAM, IBC, dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL) dari Tiongkok.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan industri baterai ini menjadi momen penting dalam perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi dan transformasi industri.

Ia menekankan bahwa masa depan bangsa bergantung pada kemampuannya dalam mengolah sumber daya alam menjadi energi ramah lingkungan yang bernilai tambah tinggi.

“Kita tidak bisa terus menjadi bangsa yang hanya menjual bahan mentah. Kita harus naik kelas. Kita bangun industri, kita olah sendiri, dan kita ciptakan nilai tambah bagi rakyat Indonesia,” ujar Presiden.

Presiden juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam mendukung teknologi hijau dan menyambut keterlibatan Tiongkok sebagai mitra utama dalam proyek ini. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai langkah kolosal menuju ekonomi rendah karbon.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, yang turut mendampingi Presiden dalam acara ini, menegaskan bahwa hilirisasi harus dilakukan secara berkeadilan.

Ia meminta agar manfaat dari proyek ini dapat dirasakan secara merata oleh pelaku usaha daerah, masyarakat lokal, hingga pemerintah daerah.

“Kita ingin hilirisasi yang adil. Bukan hanya untuk investor, tapi juga untuk rakyat sekitar. Karena itu, keberadaan proyek ini harus mendongkrak ekonomi lokal,” tegas Bahlil.

Proyek strategis bernilai investasi USD 5,9 miliar ini mencakup enam subproyek utama, lima di antaranya berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, dan satu di Karawang.

Seluruh proyek berdiri di atas lahan seluas 3.023 hektare dan diproyeksikan menyerap sekitar 35.000 tenaga kerja langsung, serta mendorong pembangunan 18 infrastruktur pendukung termasuk dermaga multifungsi.

Indonesia sendiri memiliki cadangan strategis seperti nikel, mangan, dan kobalt yang menjadi bahan utama baterai kendaraan listrik.

Dengan teknologi yang dimiliki mitra internasional, proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam industrialisasi hijau di Tanah Air. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles