Selasa, 10 Februari 2026

Percepatan Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial di Lahan Gambut, Kemenhut Perkuat Kolaborasi Melalui Proyek KIBAR PUPS dan ITPC

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengelolaan usaha Perhutanan Sosial (PS) di kawasan lahan gambut melalui sosialisasi Proyek Kemitraan untuk Investasi pada Bentang Alam Berkelanjutan (KIBAR) yang digelar di Hotel Permata, Bogor. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan gambut yang lestari, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, sekaligus membahas percepatan pengembangan usaha PS dan penyusunan rencana kerja bersama balai PS di daerah.

Analis Kebijakan Ahli Utama Kementerian Kehutanan, Bambang Supriyanto, menegaskan bahwa lahan gambut memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus sebagai sumber penghidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa pengelolaan gambut berbasis partisipasi masyarakat merupakan kunci dalam menjaga keseimbangan antara aspek ekologi dan ekonomi. Hal ini dijelaskan Bambang dalam siaran resmi pada Kamis (05/02/2026).

“Pengelolaan hutan lestari dengan melibatkan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menjaga ekosistem gambut sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Perhutanan Sosial harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang ramah lingkungan,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, Indonesia saat ini berada pada persimpangan penting antara peningkatan kebutuhan pangan dan energi dengan komitmen kuat terhadap perlindungan lingkungan. Oleh karena itu, penguatan Perhutanan Sosial di lahan gambut menjadi instrumen strategis dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan teknik paludikultur, agroforestry, dan agrosilvofishery sebagai model pemanfaatan lahan gambut yang adaptif terhadap kondisi hidrologis. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga fungsi ekologis sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

“Melalui pendekatan paludikultur dan pengembangan kawasan terpadu, masyarakat dapat mengelola gambut secara produktif tanpa merusak fungsi alaminya. Ini adalah jalan tengah antara konservasi dan pembangunan,” tambahnya.

Bambang juga menjelaskan bahwa Proyek KIBAR yang dilaksanakan oleh Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (PUPS) bersama International Tropical Peatland Center (ITPC) diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan kelembagaan kelompok Perhutanan Sosial di kawasan gambut. Program ini mendorong pengembangan usaha produktif berbasis komoditas gambut yang ramah lingkungan serta penerapan pendekatan Integrated Area Development (IAD) dalam satu bentang lanskap.

Melalui Proyek KIBAR PUPS dan ITPC, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok PS dalam manajemen hutan, keuangan, dan perencanaan usaha, serta membuka akses terhadap pembiayaan mikro, dana bergulir, dan kemitraan CSR. Selain itu, program ini juga memfasilitasi penyusunan master plan kawasan, rencana kelola Perhutanan Sosial, serta pengembangan zona inti dan zona pengembangan untuk memperkuat skala ekonomi masyarakat.

“Proyek KIBAR tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan perencanaan kawasan secara terpadu. Dengan demikian, usaha Perhutanan Sosial dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memiliki daya saing,” jelas Bambang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan ITPC dan mitra internasional juga bertujuan untuk memperkuat diplomasi iklim Indonesia, mendokumentasikan praktik terbaik pengelolaan gambut berbasis masyarakat, serta mendukung integrasi Perhutanan Sosial dengan skema Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

“Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan Perhutanan Sosial di lahan gambut dapat menjadi referensi nasional dan internasional dalam mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030,” katanya.

Selain aspek teknis dan ekonomi, Bambang menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan kepatuhan terhadap regulasi. Setiap kelompok Perhutanan Sosial, menurutnya, wajib memiliki rencana kelola jangka panjang, dokumen lingkungan, serta sistem monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kementerian Kehutanan berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, pendamping, mitra internasional, dan kelompok masyarakat dalam mengembangkan usaha Perhutanan Sosial di kawasan gambut. Ke depan, hasil kegiatan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan rencana aksi percepatan pengembangan usaha PS yang berorientasi pada perlindungan lingkungan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ekonomi hijau nasional.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles