Kamis, 1 Januari 2026

Menanam Ide, Menumbuhkan Solusi: Indonesia Dorong Diplomasi Ekonomi Hijau di Bank Dunia

Latest

- Advertisement -spot_img

KBRI Washington, D.C. menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat diplomasi ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan melalui dukungan terhadap seminar bertema “Plantation 360: Unlocking Jobs, Innovation, and Climate-Smart Growth.”

Acara yang berlangsung di Kantor Pusat Bank Dunia ini diselenggarakan oleh Office of the Executive Director for the Southeast Asia Group (EDS16) bekerja sama dengan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), sebagai bagian dari rangkaian World Bank–IMF Annual Meetings 2025.

Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menekankan peran strategis sektor kelapa sawit dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, serta memperkuat pertumbuhan hijau yang cerdas iklim dan inklusif.

“Industri kelapa sawit bukan hanya soal produksi minyak nabati, tetapi tentang pemberdayaan manusia dan masa depan ekonomi hijau,” ujar Dubes Indroyono. “Melalui inovasi dan praktik berkelanjutan, sawit dapat terus menjadi kekuatan positif menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperkuat inklusi, dan berkontribusi nyata terhadap solusi iklim global.”

Seminar ini mengangkat konsep “Plantation 360” yang menekankan pendekatan menyeluruh terhadap industri kelapa sawit, mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Para pembicara membahas penerapan teknologi digital dan ketertelusuran (traceability), bioteknologi, serta solusi fintech bagi petani kecil untuk meningkatkan produktivitas, transparansi, dan daya saing di pasar global yang semakin menuntut keberlanjutan.

Dalam diskusi panel, para pembicara juga menyoroti pentingnya inovasi hilirisasi, energi terbarukan berbasis sawit, serta pemberdayaan petani kecil dan perempuan di sektor ini. Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mewujudkan agenda Asta Cita dan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dan pusat bioekonomi dunia yang berkelanjutan (Indonesia as the world’s green powerhouse).

“Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan dalam memajukan industri kelapa sawit berkelanjutan,” lanjut Dubes Indroyono. “Melalui sertifikasi ISPO, kebijakan nol deforestasi, dan penerapan pertanian cerdas iklim, kami memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.”

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara negara produsen dan konsumen, lembaga keuangan internasional, sektor swasta, serta lembaga riset dan pembangunan. Dengan meningkatnya pemahaman global atas kontribusi positif kelapa sawit terhadap pembangunan inklusif, Indonesia berharap dapat memperkuat citra dan persepsi positif sawit Indonesia di dunia internasional.

Sebagai penutup, Dubes Indroyono menegaskan komitmen KBRI Washington, D.C. untuk terus memainkan peran aktif dalam menjembatani dialog strategis dan kerja sama hijau antara Indonesia, Amerika Serikat, dan komunitas internasional yang lebih luas.

Ia menambahkan bahwa melalui diplomasi pertanian dan ekonomi hijau, Indonesia berupaya menanam benih keberlanjutan dan menumbuhkan masa depan yang lebih hijau tidak hanya bagi kepentingan nasional, tetapi juga sebagai kontribusi nyata bagi dunia yang berkelanjutan.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles