Jumat, 2 Januari 2026

Kementerian ESDM Luncurkan Program Patriot Energi Angkatan IV, Percepat Pemerataan Energi di Wilayah 4T

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali meluncurkan Program Patriot Energi sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi yang adil dan merata di Indonesia.

Program ini memasuki angkatan keempat dan digelar atas kerja sama antara Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) dengan Yayasan Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA).

Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa akselerasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi prioritas pemerintah guna menjawab tantangan perubahan iklim serta mendorong ketahanan energi nasional.

Dalam pembukaan resmi program, Senin (2/6/2025), Eniya menekankan pentingnya memperluas akses energi ke wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Transmigrasi (4T).

“Energi yang adil berarti tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal. Dalam semangat inilah Patriot Energi dilahirkan,” ujarnya.

Indonesia memiliki potensi EBT lebih dari 3.600 GW, namun pemanfaatannya baru mencapai 15,6 GW.

Meskipun rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,83% per kuartal I 2025, masih terdapat sekitar 5.700 desa dan 1,3 juta rumah tangga yang belum teraliri listrik PLN.

Program Patriot Energi diharapkan mampu menjembatani kesenjangan tersebut, terutama di wilayah timur Indonesia.

Dalam 10 tahun ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit EBT sebesar 42,6 GW termasuk 10,3 GW sistem penyimpanan energi.

Patriot Energi akan bertugas sebagai fasilitator pendampingan masyarakat dalam membangun dan mengelola fasilitas EBT, sekaligus mengedukasi, memetakan potensi lokal, dan membentuk organisasi pengelola energi yang mandiri.

“Patriot Energi bukan sekadar program penempatan, tapi gerakan pengabdian. Jadilah pelopor yang tidak hanya menyulut cahaya lampu, tapi juga semangat belajar dan bangkit di tengah masyarakat,” tambah Eniya.

Ketua Yayasan IBEKA, Tri Mumpuni, menyebut bahwa program ini merupakan kelanjutan dari perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada Juli 2024.

Tiga angkatan sebelumnya telah dilaksanakan sejak 2015, dengan jumlah peserta mencapai hampir seratus orang per angkatan.

Rekrutmen Angkatan IV berlangsung dari Oktober hingga November 2024, menjaring 1.459 pendaftar dari 38 provinsi.

Setelah proses seleksi ketat, terpilih 32 pemuda dari 14 provinsi yang mengikuti pelatihan daring dan luring, termasuk live-in di empat desa di Subang.

Mereka dibekali kompetensi teknis, semangat kejuangan, nilai kerakyatan, dan keikhlasan.

Patriot Energi Angkatan IV akan ditugaskan di wilayah timur Indonesia, terutama Papua, untuk mendampingi desa-desa yang belum memiliki akses listrik. ***

- Advertisement -spot_img

More Articles