KBRI Washington DC bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Washington DC menyelenggarakan “Vibrant Harmony of Indonesia: A Cultural Journey with Angklung.” Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) dalam ASEAN Spouse Committee di Washington, D.C..
Tema Angklung dipilih bertepatan dengan peringatan 15 tahun penetapannya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 16 November 2010.
Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan secara hangat dan inklusif kekayaan budaya Indonesia kepada komunitas internasional di Washington, D.C..
Acara dihadiri oleh Duta Besar dan pasangan dari negara-negara ASEAN serta perwakilan komunitas diplomatik lainnya. Suasana berlangsung akrab dan penuh antusiasme, mencerminkan apresiasi komunitas diplomatik terhadap budaya Indonesia, melalui inisiatif-inisiatif yang autentik dan kolaboratif.
Duta Besar Indroyono Soesilo membuka acara dengan menegaskan bahwa keunikan Angklung telah menjadikannya dikenal luas di dunia. Beliau menjelaskan bahwa musik angklung berasal dari Jawa Barat dan pada awalnya dimainkan untuk menyambut kegembiraan para petani atas hasil panen yang melimpah.
Angklung juga merupakan instrumen yang sangat demokratis: “Setiap angklung menghasilkan satu suara, sehingga melodi hanya dapat tercipta dengan bekerja sama. Angklung merefleksikan demokrasi dalam bentuk musikal — terkadang harmonis, terkadang dinamis, tergantung pada konduktor.” Menurutnya, nilai kebersamaan inilah yang menjadikan Angklung begitu istimewa.
Ibu Nining Soesilo, istri Duta Besar, turut memperkenalkan para musisi Angklung yang berasal dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Nepal, Peru, Filipina, Prancis, India, Sri Lanka, Korea Selatan, Indonesia, Thailand, dan Laos.
Beliau menegaskan bahwa Angklung adalah instrumen yang dapat dimiliki dan dimainkan oleh semua orang, melampaui batas negara dan bahasa.
Acara diramaikan oleh workshop interaktif, para peserta—banyak di antaranya baru pertama kali memegang Angklung—belajar mengenai teknik dasar dan memainkan beberapa lagu secara bersama-sama.
Alunan Heal the World, Rasa Sayange, dan Kopi Dangdut menambah semarak suasana dan memperlihatkan fleksibilitas Angklung dalam berbagai genre musik.
Promosi budaya Indonesia secara konsisten dan berkelanjutan merupakan pilar penting diplomasi Indonesia di Amerika Serikat.
Melalui inisiatif ini, KBRI Washington DC memperkuat citra positif Indonesia serta memperluas relasi people-to-people yang merupakan salah satu fondasi utama hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat.
***



