Kamis, 1 Januari 2026

Indonesia Tegaskan Peran Kunci dalam Peluncuran Platform Akses TFFF di COP30

Latest

- Advertisement -spot_img

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan mengambil peran strategis dalam peluncuran Tropical Forest Forever Facility (TFFF) Country Access Platform pada COP30 UNFCCC di Belém, Brasil.

Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan Iklim, Haruni Krisnawati, hadir sebagai panelis dan menyampaikan dukungan Indonesia terhadap mekanisme baru yang dirancang untuk mempercepat akses pendanaan jangka panjang bagi negara-negara pemilik hutan tropis.

Platform yang diinisiasi Pemerintah Brasil ini bertujuan membantu negara hutan tropis memenuhi persyaratan teknis dan kelembagaan agar dapat mengakses pembiayaan melalui TFFF. Dukungan tersebut mencakup proses diagnostik cepat, bantuan teknis terkoordinasi, serta penguatan kerja sama Selatan–Selatan untuk mendorong pertukaran pengalaman dalam perlindungan hutan.

Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang terlibat aktif dalam pengembangan platform dan masuk dalam Interim Steering Committee. Keterlibatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor utama dalam diplomasi kehutanan dan pendanaan iklim global.

Dalam sesi peluncuran, Haruni menegaskan bahwa platform ini berperan penting dalam mempercepat akses pembiayaan iklim jangka panjang, khususnya untuk mendukung target FOLU Net Sink 2030, di mana sektor kehutanan ditetapkan sebagai penyerap karbon bersih. Ia menekankan bahwa mekanisme baru ini perlu menghadirkan proses yang efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan negara berkembang.

Haruni menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan dukungan pembiayaan yang dapat memperkuat sistem pemantauan hutan, meningkatkan kesiapan kelembagaan, dan memastikan tata kelola pendanaan publik yang akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya manfaat langsung bagi masyarakat adat dan masyarakat lokal yang menjaga hutan di tingkat tapak.

Sesi peluncuran menghadirkan perwakilan dari UNDP, Republik Demokratik Kongo, Kolombia, serta organisasi masyarakat sipil seperti WWF, TNC, CI, WCS, FAO, dan WRI.

Para pemangku kepentingan tersebut menilai platform ini sebagai mekanisme yang dapat menjembatani negara hutan tropis dengan komunitas teknis global, dengan penekanan pada integritas data, transparansi, dan tata kelola inklusif.

Indonesia menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi baik sebagai negara yang akan mengakses TFFF maupun sebagai penyedia keahlian bagi negara lain.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendukung proses menuju akses resmi TFFF sekaligus memperkuat kemitraan antarnegara dalam melindungi hutan tropis sebagai bagian dari solusi iklim global.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles