Indonesia memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam transisi energi terbarukan melalui peran strategis Hutan Tanaman Industri (HTI), yang disorot dalam sesi tingkat tinggi di Paviliun Indonesia pada COP30 UNFCCC.
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan, Ir. Laksmi Wijayanti, M.CP., CGCAE., QIA., CEIO, menyampaikan pidato kunci pada talkshow bertajuk “The Future of Industrial Plantation Forest in Contributing to Renewable Energy: Raw Materials and Investment.” Ia menegaskan bahwa HTI harus dipandang bukan sekadar sumber kayu, tetapi sebagai pilar transformatif bagi masa depan ekonomi hijau.
“Pemerintah Indonesia mengarahkan pengelolaan hutan tanaman untuk mendukung transisi energi melalui produksi biomassa dan bahan baku bioenergi lainnya, menggantikan sumber fosil dengan sumber daya terbarukan,” ujar Laksmi.
Ia menekankan bahwa realisasi visi tersebut membutuhkan investasi hijau yang signifikan, didukung kepastian regulasi, prinsip-prinsip konsesi berkelanjutan, insentif hijau, serta skema kemitraan inklusif dengan masyarakat sekitar hutan.
Laksmi juga menyoroti pentingnya SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian) sebagai “paspor hijau” global yang memastikan legalitas, ketertelusuran, dan keberlanjutan seluruh produk kehutanan, termasuk biomassa. Sistem ini selaras dengan Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia serta perjanjian global seperti FLEGT-VPA, sehingga memperkuat kepercayaan terhadap rantai pasok berkelanjutan.
Ia juga menyerukan kebutuhan akan kolaborasi yang lebih erat dalam penelitian, harmonisasi standar keberlanjutan, pembiayaan hijau, serta adopsi teknologi.
“Masa depan Hutan Tanaman Industri bukan hanya tentang bahan baku—tetapi tentang membangun mata pencaharian berkelanjutan dan mendorong sistem energi bebas karbon,” tegasnya.
Sesi ini dimoderatori oleh Dr. Fitri Nurfatriani dari BRIN dan menghadirkan pembicara terkemuka: Novie Widyaningtyas (Penasihat Senior Menteri Kehutanan), Iwan Setiawan (Wakil Ketua APHI), dan Dikki Ahmar (Sekjen APREBI). Para panelis membagikan pandangan tentang bagaimana sinkronisasi sektor kehutanan dan energi dapat mempercepat langkah Indonesia menuju Net-Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat.
Partisipasi Indonesia pada COP30 UNFCCC menegaskan kembali komitmennya dalam memposisikan hutan sebagai solusi inti aksi iklim global dan pendorong transformasi ekonomi hijau dunia.
***



