Jumat, 2 Januari 2026

Indonesia Laksanakan Translokasi Badak Jawa untuk Selamatkan Spesies Ikonik

Latest

- Advertisement -spot_img

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan melaksanakan program translokasi Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menuju Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA).

Program ini menjadi langkah strategis nasional untuk mengurangi risiko kepunahan satwa ikonik yang kini hanya bertahan di satu habitat alami.

Kajian ilmiah menunjukkan populasi Badak Jawa menghadapi tekanan serius akibat keterbatasan daya dukung habitat, rendahnya keragaman genetik, serta tingkat inbreeding mencapai 58,5 persen.

Hasil Population Viability Analysis (PVA) bahkan memprediksi spesies ini dapat punah dalam waktu kurang dari 50 tahun jika tidak ada intervensi nyata.

Translokasi dilakukan untuk membentuk populasi kedua, meningkatkan keragaman genetik, dan memastikan keberlanjutan spesies melalui penerapan teknologi modern seperti Assisted Reproductive Technology (ART) serta biobanking. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan lembaga konservasi nasional dan mitra internasional.

Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Siddiq menegaskan pentingnya upaya ini. “Ini bukan sekadar memindahkan badak, tetapi usaha kolektif menyelamatkan masa depan spesies yang sudah di ambang kepunahan. Sinergi pemerintah, akademisi, lembaga konservasi, dan masyarakat menjadi kunci,” ujarnya.

Pemerintah menargetkan populasi kedua Badak Jawa terbentuk pada 2029 sebagai bukti komitmen Indonesia menjaga satwa ikonik dunia.

- Advertisement -spot_img

More Articles