Senin, 15 Juli 2024

Energi Biomassa Pendukung Transisi Energi, Butuh Dukungan Kebijakan

Latest

- Advertisement -spot_img

Undang-Undang No.30 tahun 2007 Tentang  Energi mengamanatkan penggunaan energi baru dan terbarukan mencapai 23% pada tahun 2025, dimana 8,4 juta ton diantaranya ditargetkan datang dari energi biomasa. 

Potensi energi biomasa dari hutan tanaman energi (HTE) amat besar, namun untuk mengimplementasikannya perlu didukung kebijakan yang mampu menarik investasi, diantaranya tersedianya kontrak jangka panjang antara pemasok bahan baku dengan pengguna energi biomasa, serta skema patokan harga yang memberikan keuntungan bagi pelaku industri ini dari hulu sampai ke hilir.

Demikian kesimpulan Diskusi Center for Technology & Innovation Studies (CTIS), Rabu 25 Oktober 2023. Diskusi yang digelar Komite Energi CTIS, dimoderatori oleh Dr. Andhika Prastawa dan menghadirkan pembicara Wakil Ketua Masyarakat Energi Biomasa Indonesia (MEBI), Ir. Hadi Siswoyo, yang juga mantan Dirut Perum Inhutani IV. 

Hadi menyampaikan bahwa energi biomasa bisa datang dari limbah pertanian, limbah perkebunan maupun limbah industri, namun pembahasan kali ini difokuskan pada energi biomasa dari sektor kehutanan, mencakup serpih kayu (woodchips), serbuk kayu (Sawdust) dan pellet kayu (wood pellets). 

Pada Peraturan Pemerintah No79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, ditargetkan penggunaan biomasa sebesar 10,2 juta ton pada tahun 2025, namun hingga tahun 2022 baru tercapai 1,76 juta ton saja.  PLN mentargetkan penggunaan biomassa sebesar 4 juta ton pertahun untuk campuran 5% bahan baku batubara (co-firing) di 52 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di seluruh Indonesia.  

Pada 2023 ini, program co-firing PLN sudah dilaksanakan di 40 PLTU dan berhasil mengurangi emisi sebesar 429 ribu ton CO2 ekivalen.

Beberapa jenis pohon yang cocok untuk energi biomasa disodorkan Hadi Siswoyo, antara lain pohon Gamal yang memiliki 4.548 kalori serta pohon Kaliandra dengan 4.617 kalori.  Nilai kalori tersebut sudah sesuai untuk pasokan PLTU.

Kedua jenis tanaman tadi merupakan jenis pohon trubusan yang hanya dalam tempo dua tahun ranting rantingnya sudah bisa dipanen untuk membuat woodchips, sedang pohonnya dapat terus bertumbuh. 

Saat ini tersedia sekitar 800 ribu hektar kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Indonesia yang dapat dialihkan menjadi Hutan Tanaman Energi (HTE).  Ini dapat memasok PLTU-PLTU secara berkelanjutkan, sekaligus mendukung program transisi energi menuju net zero emmission pada tahun 2060, atau lebih cepat.

Dewan Pembina CTIS, Dr. Indroyono Soesilo, yang juga Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI) menggaris-bawahi potensi energi biomasa dari HTE, baik untuk pasokan di dalam negeri, maupun untuk tujuan ekspor. 

Ia memperlihatkan data nilai ekspor woodchips dari Indonesia, hingga September 2023 meningkat 60%, year on year, dari  dolar AS 78 Juta pada September 2022 menjadi 124 juta dolar AS.  Di tengah kelesuan ekspor industri kehutanan RI, produk woodchips Indonesia masih memperlihatkan prospek yang cerah. 

Anggota CTIS,  Dr. Idwan Soehardi, serta Mahasiswa Pasca Sarjana IPB, Ir. Dimas, wanti-wanti berkaitan dengan penyediaan benih unggul, peningkatan komponen dalam negeri pada mesin mesin yang digunakan serta implementasi beragam Standard Nasional Indonesia (SNI) yang sudah tersedia, secara konsisten, agar keuntungan industri ini, semaksimal mungkin, dapat diraih oleh masyarakat di dalam negeri sendiri. 

Mengingat produk biomasa dari HTE ini memiliki kandungan lokal sangat besar dan membuka banyak lapangan kerja maka diusulkan adanya kebijakan penggunaan kawasan hutan untuk peruntukkan khusus, mereplikasi program HTI pada awal dekade 1990-an lalu, yang memunculkan Indonesia sebagai salah satu Negara pemilik industri pulp dan kertas terbesar di Dunia.

Pakar energi MEBI, Oki Taufik mengusulkan kiranya dapat dihimpun para insinyur yang pernah merancang-bangun pembangkit listrik Skala 7 hingga10 MegaWatt untuk membangun pembangkit listrik Energi Biomassa Skala kecil guna mengganti PLT-Diesel di Indonesia. 

Sedangkan Penasehat MEBI, yang juga mantan Senator dari Provinsi Sumatera Utara, Dr.Parlindungan Purba, segera membuka jaringan dengan mitra manca-negara untuk mulai membahas pembangunan pembangkit listrik tenaga hidrogen di Indonesia menggunakan pasokan biomasa. ***

More Articles