250 Personel Gabungan Padamkan Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas

Latest

- Advertisement -spot_img

Kebakaran di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Kementerian Kehutanan memastikan seluruh gajah Sumatra yang berada di habitat alami maupun Pusat Konservasi Gajah terpantau aman dan tidak terdampak langsung oleh kebakaran.

Kebakaran yang mulai terjadi pada Jumat (21/8/2026) siang itu menghanguskan area yang sementara diperkirakan mencapai 673 hektare. Balai Taman Nasional Way Kambas masih melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan luasan terdampak secara lebih akurat.

Sekitar 250 personel gabungan terlibat dalam operasi pemadaman. Mereka berasal dari Balai Taman Nasional Way Kambas, unsur TNI dan Polri, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, serta Masyarakat Peduli Api.

Koordinasi operasi di lapangan berlangsung di bawah pemantauan Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, dan Kepala BPBD Lampung Timur. Kolaborasi lintas instansi tersebut diarahkan untuk mempercepat pemadaman sekaligus menjaga kawasan konservasi dan satwa liar yang berada di dalamnya.

Petugas menghadapi medan yang tidak mudah selama operasi. Karakter lahan bergambut, akses menuju sejumlah titik yang terbatas, serta lokasi sumber air yang cukup jauh membuat sebagian personel harus berjalan kaki untuk mencapai area kebakaran. Setelah penanganan intensif, petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api.

Kondisi satwa menjadi salah satu perhatian utama selama operasi. Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di bagian utara taman nasional dan berjarak jauh dari lokasi kebakaran. Gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah juga menempati area yang tidak terdampak.

Kementerian Kehutanan menyatakan kondisi tersebut membuat seluruh gajah, baik yang berada di habitat alami maupun di Pusat Konservasi Gajah, terpantau aman. Petugas tetap memantau pergerakan satwa serta kondisi kawasan untuk mengantisipasi perubahan situasi.

Setelah api padam, personel gabungan melanjutkan proses pendinginan dan penyisiran. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali muncul, terutama karena karakter lahan gambut memungkinkan api bertahan di bawah permukaan dan berpotensi kembali terbakar.

Balai Taman Nasional Way Kambas selanjutnya akan meningkatkan patroli dan pengamanan kawasan. Upaya tersebut mencakup pencegahan karhutla serta pengawasan terhadap perburuan, perambahan, dan berbagai aktivitas ilegal yang dapat mengancam ekosistem taman nasional.

Kementerian Kehutanan mengapresiasi kerja seluruh personel, mitra konservasi, dan masyarakat yang terlibat dalam pemadaman. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau indikasi titik api di sekitar kawasan konservasi.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles