Anugerah Wana Lestari 2026 Jadi Momentum Percepat Transformasi Hutan Berkelanjutan

Latest

- Advertisement -spot_img

Kementerian Kehutanan memberikan penghargaan kepada para individu dan kelompok yang dinilai menunjukkan kinerja serta inovasi dalam mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dalam Anugerah Wana Lestari Tingkat Nasional 2026 dan Lomba Inovasi Rimbawan 2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Anugerah Wana Lestari tahun ini diberikan kepada 63 penerima dari 20 kategori yang mencakup berbagai bidang kehutanan. Pada saat yang sama, Kementerian Kehutanan memberikan penghargaan kepada 10 penerima Lomba Inovasi Rimbawan yang terbagi dalam kategori inovasi satuan kerja serta individu dan tim.

Menhut Raja Juli Antoni mengatakan penghargaan tersebut harus menghasilkan dampak yang lebih luas dan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia meminta capaian para penerima di tingkat tapak menjadi sumber pembelajaran yang dapat diterapkan di daerah lain.

“Para pemenang adalah pusat pembelajaran (center of excellence). Saya minta profil dan praktik baik dari para teladan ini didetailkan agar dapat kita pelajari dan replikasi di tempat lain,” ujar Raja Juli.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan hutan perlu dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan. Ia menempatkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlindungan keanekaragaman hayati, serta penurunan emisi karbon sebagai tiga indikator penting yang harus menjadi perhatian dalam pengembangan praktik pengelolaan hutan.

Selain memberikan penghargaan kepada para teladan di lapangan, Kementerian Kehutanan mendorong pemanfaatan hasil inovasi rimbawan untuk memperkuat sistem kerja dan kebijakan kehutanan. Raja Juli meminta inovasi digital yang terbukti bermanfaat tidak berjalan secara terpisah, tetapi dapat diintegrasikan dengan aplikasi resmi Kementerian Kehutanan.

Lomba Inovasi Rimbawan 2026 sendiri berlangsung melalui proses seleksi selama lima bulan. Dari 38 proposal yang masuk, proses penilaian menghasilkan karya terbaik pada kategori satuan kerja serta individu/tim.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, Indra Eksploitasia, mengatakan penyelenggaraan Anugerah Wana Lestari 2026 juga memperluas cakupan penghargaan melalui kolaborasi antarunit kerja. Tahun ini, panitia menambahkan enam kategori baru untuk mengakomodasi kontribusi yang semakin beragam dalam pembangunan kehutanan.

Dari total penerima penghargaan, 21 orang berasal dari enam kategori pada bidang pengembangan sumber daya manusia. Kategori tersebut antara lain Penyuluh Kehutanan PNS, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, Kelompok Tani Hutan, Pengelola KHDTK, Widyaiswara, dan Guru SMK Kehutanan.

Pada bidang penegakan hukum kehutanan, Kementerian Kehutanan memberikan 12 penghargaan kepada unsur Polisi Kehutanan, PPNS Kehutanan, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api. Sementara itu, bidang pemulihan lingkungan juga memperoleh 12 penghargaan yang mencakup Kelompok Pelaksana Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Forum DAS, pegiat pemulihan lahan kritis, serta pegiat mangrove.

Kementerian Kehutanan juga memberikan masing-masing sembilan penghargaan pada bidang konservasi serta perhutanan sosial. Penghargaan tersebut mencakup Kelompok Pecinta Alam, Kader Konservasi Alam, Pengendali Ekosistem Hutan, serta kelompok pengelola Hutan Kemasyarakatan, Hutan Desa, dan Hutan Adat.

Melalui pemberian penghargaan tersebut, Kementerian Kehutanan mendorong agar praktik baik dari para penerima dapat menjadi referensi bagi pengelolaan hutan di berbagai daerah. Pemerintah berharap penghargaan tidak hanya mengakui kontribusi para pelaku di tingkat tapak, tetapi juga mempercepat penyebaran inovasi dan praktik pengelolaan hutan yang memberikan manfaat ekologis serta sosial.
***

- Advertisement -spot_img

More Articles